"Warga di sini sangat dirugikan, tindakan asusila itu telah mencoreng nama baik desa kami, selama ini Desa Curahnongko dikenal masyarakatnya sangat religius dan menjunjung tinggi norma-norma agama, justru dinodai oleh prilaku asusila pelayan kesehatan masyarakat," sesalnya.
Terpisah, Kepala Bagiaan Kepegawaiaan Puskesmas Curahnongko, Sholeh membenarkan pihaknya telah menindaklanjuti terkait adanya laporan tentang beredarnya video syur yang diduga diperankan oleh dua orang PNS itu.
“Memang benar yang ada didalam video itu adalah PNS di sini, sudah kita tindaklanjuti dengan memanggil keduanya untuk kita klarifikasi, atas tindakannya sudah diakui oleh yang bersangkutan," ucap Sholeh.
"Secara kedinasan sudah kita sampaikan ke pihak dinas yang lebih berwenang menanggani, kalau untuk siapa yang membuat video dan siapa yang menyebarkan sampai beredar luas, bukan ranah kita yang menanggani," imbuhnya.
Baca Juga:Geger Video Sejumlah Cewek Joget Saat Salawatan Maulid Nabi di Madura
Menurut Sholeh, sejak beredarnya video itu, kedua oknum PNS itu sudah tidak pernah lagi masuk kerja di Puskesmas Curahnongko.
Bahkan usai kejadiaan itu, kedua oknum PNS itu juga mendapat sanksi dari para pegawai lainnya karena dianggap telah mencoreng nama baik institusi kesehatan.
"Dari informasi yang berkembang, tindakan asusila yang dilakukan oknum kepala puskesmas ini juga pernah terjadi sebelumnya dengan perempuan lain. Namun saat itu persoalannya tidak sampai viral di tengah masyarakat, dan sekarang terulang kembali sampai ada video yang beredar meresahkan masyarakat," tuturnya.
Sementara Kepala Inspektorat Pemkab Jember Joko Susilo saat ditanya awak media masih belum memberikan penjelasan apapun.
Baca Juga:Polisi Akan Selidiki Video Mesum Dokter dan Bidan Puskesmas di Jember