Seperti Amerika dan Rusia, Korea Utara Mulai Latih Lumba-lumba Ikut Perang

Terekam Citra Satelit di sebuah Pangkalan Angkatan Laut di Nampo, persisnya di sebelah barat pantai Korea Utara, ada sebuah aktivitas pelatihan lumba-lumba.

Muhammad Taufiq
Senin, 16 November 2020 | 11:01 WIB
Seperti Amerika dan Rusia, Korea Utara Mulai Latih Lumba-lumba Ikut Perang
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. [AFP]

Tahun lalu, laporan dari Norwegia mengklaim seekor paus telah ditemukan mengenakan tali kekang Rusia dan kamera GoPro.

Ini memicu kekhawatiran bahwa itu adalah mata-mata Angkatan Laut Rusia.

Laporan USNI menambahkan, lumba-lumba dapat digunakan di Korea Utara untuk mendeteksi bahan peledak bawah air. Mereka juga dapat memeriksa kabel dan perangkat sonar di dasar laut.

"Perenang manusia tidak dapat bersaing dengan lumba-lumba atau anjing laut dalam hal kecepatan, kelincahan, dan kemampuan alami untuk 'melihat' di air yang gelap atau keruh. Ini bukan kontes, tetapi karena mereka tidak dapat mengidentifikasi apakah penyelam adalah teman atau musuh, mereka hanya akan digunakan untuk menandai target dengan memasang pelampung. Ini juga lebih praktis untuk tujuan pelatihan. Penyelam musuh kemudian bisa ditangani dengan granat atau jaring dengan kait hiu," demikian bunyi laporan USNI.

Baca Juga:Hacker Dua Negara Ini Disebut Microsoft Menargetkan Data Vaksin Covid-19

Sementara itu, Harry Kazianis, direktur senior Studi Korea di Pusat Kepentingan Nasional, mengatakan Korea Utara mampu membuat senjata di negara.

Menurut dia, sering kali Korea Utara dianggap sebagai negara miskin, kelaparan dan terbelakang, tantangan ekonomi mereka mendorong mereka untuk berinovasi dengan cara yang terkadang tidak dapat dikaitkan.

Kekurangan sumber daya, membuat mereka berinovasi membuat senjata yang bahkan tidak pernah diperhitungkan dan menggunakan lumba-lumba untuk aplikasi militer memang masuk akal dalam konteks itu.

"Meskipun sulit untuk mengetahui misi apa yang akan mereka gunakan untuk dan dalam skenario apa, Saya pikir itu mungkin," ujarnya kepada Newsweek.

Baca Juga:Lumba-lumba Dilatih Jadi Anggota Militer Korea Utara?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini