alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ribuan Polisi, TNI sampai Linmas Disiagakan Kawal Pilkada Serentak di Jatim

Muhammad Taufiq Jum'at, 27 November 2020 | 13:47 WIB

Ribuan Polisi, TNI sampai Linmas Disiagakan Kawal Pilkada Serentak di Jatim
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta di Surabaya (Suara.com/Achmad Ali)

Pemetaan wilayah sudah dilakukan. Mulai dari tingkat kerawanan terjadinya konflik maupun kerawanan yang lain saat pelaksanaan pilkada berlangsung.

SuaraJatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menyiagakan ribuan personelnya untuk mengamankan jalannya Pilkada Serentak 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur pada 9 Desember 2020.

Pemetaan wilayah sudah dilakukan. Mulai dari tingkat kerawanan terjadinya konflik maupun kerawanan yang lain saat pelaksanaan pilkada berlangsung.

Seperti ditegaskan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Ia berjanji akan mewujudkan pilkada aman, damai dan sejuk. Selain itu, karena pilkada dilakukan di masa pandemi, maka kepatuhan masyarakat akan protokol kesehatan (Prokes) juga menjadi perhatian khusus.

"Kami siap wujudkan Pilkada aman, damai dan sejuk. Karena di masa pandemi, penerapan Prokes juga menjadi perhatian khusus," kata Nico, saat menggelar pertemuan dengan Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres KP3, Kamis (26/11/2020) malam.

Baca Juga: Tak Ikut Debat Publik Kedua, Cawabup Lamongan Abdul Rouf Positif Covid-19

Sejauh ini, kata Nico, tahapan pilkada serentak di semua daerah terpantau lancar. Meski demikian tidak boleh lengah. Keamanan mulai dari pendaftaran, kampanye, sampai pencoblosan tetap jadi perhatian.

Selain polisi, pengamanan pilkada serentak di Jatim juga akan dibackup oleh aparat gabungan mulai dari TNI/ Polri, Satpol-PP dan Linmas.

Perinciannya, Polda Jawa Timur akan menerjunkan 15.840 personel gabungan dengan polres jajaran, sedangkan personel TNI akan diterjunkan sebanyak 5.445. Sementara Satpol-PP sebanyak 1.991 dan Linmas sebanyak 119.231 orang.

"Terkait penanganan Covid-19 di Jatim, khususnya Kota Surabaya akan terus kita lakukan karena Covid-19 sampai saat ini masih di sekeliling kita. Sehingga semuanya harus tetap waspada dan menjaga serta mematuhi Prokes," katanya.

Nico mencontohkan, meninggalnya Bupati Situbondo menandakan Covid-19 masih mengancam nyawa masyarakat. Disusul Bupati Jombang yang saat ini tengah dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya sedang berjuang melawan Covid.

Baca Juga: Kasus Investasi Bodong Rp 15 Miliar Libatkan Eks Pegawai Bank Jatim

"Seperti Bupati Situbondo yang meninggal hari ini, sehingga kita bersama sama menghadapi masalah ini. Selain itu, Kampung Tangguh Semeru terus berjalan, dan Covid Hunter juga akan terus berkeliling melihat kepatuhan masyarakat untuk menerapkan Prokes (protokol kesehatan)," bebernya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait