Diminta Jadi Pengacara Rizieq, Yusril Menolak: Silakan Hubungi Pak Prabowo

"Saya sudah kafir dan murtad gara-gara mendukung Pak Jokowi menurut versi Anda," kata Yusril

Muhammad Taufiq
Selasa, 22 Desember 2020 | 08:30 WIB
Diminta Jadi Pengacara Rizieq, Yusril Menolak: Silakan Hubungi Pak Prabowo
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto pada Sabtu (12/10/2019). [Suara.com/Fakhri Fuadi]

"Kita dari FPI tidak pernah meminta kepada Pak Yusril atau Pak Hotman untuk menjadi pengacara dalam kasus ini, kita tidak pernah minta, juga tidak menolak, jadi biasa saja," kata Muchsin.

Walau bgitu, dia memastikan, pihaknya tentu tak menolak jika memang kedua orang tersebut berniat mau membantu Habib Rizieq Shihab. Yang pasti, kata dia, semua harus dikoordinasikan dulu dengan pihaknya.

"Kalau umpamanya ingin menjadi pengacara dalam kasus ini ya silakan koordinasi dengan Pak Munarman, yang sebagai koordinator hukum," kata Muchsin.

Adapun sematan murtad yang disinggung Yusril pada keterangan persnya, Muchsin hanya menganggap sekadar guyon belaka, ketika berbeda pilihan politik pada pilpres lalu.

Baca Juga:FPI Bantah Minta Yusril Jadi Pengacara Habib Rizieq: Tak Minta dan Menolak

Kata Muchsin, Yusril awalnya bersama FPI mendukung salah satu calon presiden saat itu, Prabowo Subianto. Namun di tengah jalan kedua kubu berbeda pandangan dan Yusril akhirnya memilih mendukung Jokowi sementara FPI tetap meneguhkan hati mendukung Prabowo.

"Artinya (murtad) berpindah, ketika itu kan sama-sama umat Islam mendukung calon Prabowo, cuma ketika di tengah jalan dia (Yusril) belok kiri mendukung Jokowi, nah itu kata guyonannya itu murtad," kata Muhsin.

"Ini urusan politik, jadi itu hanya berubah pikiran untuk mendukung Jokowi. Jadi kalau ada kata-kata murtad itu hanya guyonan atau ledekan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini