SuaraJatim.id - Ditemukan fakta baru terkait kasus satu keluarga yang ditemukan tewas di di Desa Sumberejo Kabupaten Blitar, beberapa waktu lalu. Sebelum ditemukan tewas gantung diri, Suyani disebut sempat mau menitipkan dua anak karena mau meninggal.
Fakta itu ditemukan polisi saat menggali keterangan saudara dan tetangga korban. Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa lima saksi yang merupakan tetangga dan saudara korban.
Dikutip dari Antara, Minggu (31/1/2021), berdasarkan pemeriksaan polisi kepada pasangan suami istri yang merupakan saudara Suyani, bahwa korban pernah bercerita pada bulan lalu akan meninggal dunia dan menitipkan anaknya.
Saat itu, kerabat korban menganggap bahwa yang disampaikan korban bukan hal yang serius. Menanggapi keluhan korban, keluarga juga menganjurkan agar Suyani beribadah ke gereja.
Baca Juga:Ada Luka di Leher, Kakak Beradik Anak Suyani Diduga Tewas karena Dicekik
![Satu keluarga tewas mengenaskan di Blitar Jawa Timur [suara.com/Farian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/29/29046-satu-keluarga-tewas-mengenaskan-di-blitar.jpg)
"Dalam keluhannya dadanya terasa sesak dan panas. Kami juga cek rekam medik, beberapa pekan sebelum kejadian ini informasi-nya dirawat di rumah sakit swasta di Blitar dan juga pernah konsultasi ke hal yang sifatnya psikologis. Kami akan cek kembali keluhan apa yang disampaikan korban pada waktu itu," ujar Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela.
Selain itu, dari hasil pemeriksaan forensik, polisi menemukan adanya luka di bagian leher pada jenazah anak Suyani, yakni Nanda Finza Fransisca (22) dan Samuel Ardyan Pradana (10). Namun, polisi hingga kini belum bisa memastikan penyebab tewasnya satu keluarga itu.
"Untuk gantung diri korban Suyani (ayah) sudah dapat kami pastikan. Memang benar kematian akibat gantung diri dan untuk pendalaman lebih kedua anaknya bahwa bagian leher ditemukan luka lebam atau lecet pada leher kedua anaknya," kata dia.
Luka bagian leher yang ditemukan pada jenazah Nanda dan adiknya itu setelah polisi melakukan pemeriksaan forensik.
Menurut dia, luka di leher itu adalah titik tekan. Luka itu bukan karena hantaman melainkan karena ditekan.
Baca Juga:Ayah & Dua Anak Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Banyak Kejanggalan
"Mungkin ditekan dengan dicekik, mungkin saja terjadi. Kami akan validkan lebih lanjut dengan barang bukti yang kami temukan di TKP (tempat kejadian perkara)," ujar dia.
- 1
- 2