alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kapal Karam, Nelayan Gresik Berenang Pakai Ember Terdampar di Bangkalan

Muhammad Taufiq Senin, 01 Februari 2021 | 07:06 WIB

Kapal Karam, Nelayan Gresik Berenang Pakai Ember Terdampar di Bangkalan
Tiga nelayan Gresik kapalnya karam dan terdampar di Bangkalan Madura [Foto: Beritajatim]

Tiga nelayan asal Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkatung-katung di lautan selama 14 jam.

SuaraJatim.id - Tiga nelayan asal Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkatung-katung di lautan selama 14 jam setelah kapal mereka karam dihantam ombak.

Beruntung semua nelayan selamat. Mereka berenang dari lokasi kapal karam di perairan Karang Jamuang, sampai akhirnya terdampar di Bangkalan, Minggu (31/1/2021).

Bahkan salah satu korban terdampar di Arosbaya setelah berenang menggunakan ember. Nelayan tersebut bernama Habib Soleh dan ditemukan dalam kondisi selamat. Demikian dijelaskan Ketua Pokmaswas Arosbaya Bilal Kurniawan.

"Menurut keterangan korban, ia berangkat bersama dua rekannya untuk mencari ikan. Saat hendak pulang, cuaca buruk dan kapalnya dihantam ombak. Ia kemudian menggunakan ember sebagai pelampung hingga sampai ke Arosbaya," ujarnya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring suara.com.

Baca Juga: Wow! Skor Indeks Pencapaian RML Semen Gresik Lampaui Target

Bilal mengatakan, nelayan tersebut berangkat dari Gresik sejak pukul 14:00 WIB, Jumat 29 Januari 2021. Kemudian ketiganya juga mencari ikan di perairan Karang Kamuang pukul 20:00 WIB. Saat hendak pulang, ombak besar menghantam kapal tersebut.

"Jadi selama 14 jam berada di laut dan pukul 11:00 WIB, Sabtu Habib terdampar di Arosbaya. Ia terbangun dan berjalan ke pemukiman warga meminta bantuan," tambahnya.

Sementara itu, dua rekan Habib yakni Hilmi dan Markan juga ditemukan selamat oleh warga di Desa Bulukagung, Kecamatan Klampis. Namun, bukan terdampar di Klampis, keduanya terdampar di perairan Kecamatan Sepulu, Bangkalan.

"Keduanya lalu berjalan sejauh 8 Kilometer hingga tiba di Desa Bulukagung dan diselamatkan warga," ungkapnya.

Setelah itu, ia dan beberapa warga membantu tiga nelayan tersebut untuk menghubungi keluarganya di Gresik.

Baca Juga: Pasien COVID-19 Sempat Kabur, Begini Penjelasan RSUD Ibnu Sina Gresik

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait