Peretas Korut Sumbang USD 300 Juta ke Negara Buat Kembangkan Rudal Nuklir

Meskipun kondisi sedang pandemi Covid-19, Korea Utara (Korut) rupanya tetap fokus mengembangkan rudal nuklir dan balistiknya sepanjang 2020 lalu.

Muhammad Taufiq
Selasa, 09 Februari 2021 | 18:29 WIB
Peretas Korut Sumbang USD 300 Juta ke Negara Buat Kembangkan Rudal Nuklir
Simulasi peluncuran nuklir di Korea Utara [Foto: Antara]

SuaraJatim.id - Meskipun kondisi sedang pandemi Covid-19, Korea Utara (Korut) rupanya tetap fokus mengembangkan rudal nuklir dan balistiknya sepanjang 2020 lalu.

Korup juga ngeyel tidak mempedulikan sanksi internasional terkait senjata nuklir tersebut. Bahkan, menurut laporan rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Korut mendapat dukungan dana sebesar USD 300 juta atau setara Rp 4,2 triliun dari para peretas dunia mayanya.

Masalah itu juga dilaporkan oleh pengawas sanksi independen yang mengatakan kalau Pyongyang "memproduksi bahan fisil, memelihara fasilitas nuklir dan meningkatkan infrastruktur rudal balistik" sambil terus mencari bahan dan teknologi untuk program tersebut dari luar negeri.

Dikutip dari Antara hasil laporan Reuters, Senin (08/02/2021), sebuah laporan tahunan kepada Komite Sanksi Korea Utara di Dewan Keamanan PBB datang hanya beberapa pekan setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden dilantik.

Baca Juga:Setahun Menghilang, Keberadaan Istri Kim Jong Un Kini Menjadi Misteri

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pemerintah AS merencanakan pendekatan baru ke Korut, termasuk tinjauan penuh dengan sekutu mereka "terkait opsi tekanan yang sedang berlangsung dan potensi diplomasi di masa depan."

Sebelumnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mantan Presiden AS Donald Trump bertemu tiga kali pada 2018 dan 2019. Namun pertemuan itu gagal membuat kemajuan, AS ngotot agar Pyongyang menyerahkan senjata nuklir dan Korea Utara ingin sanksi dicabut.

"Tahun lalu, Korea Utara menampilkan sistem rudal balistik jarak pendek, jarak menengah, kapal selam dan rudal antar benua baru di parade militer," demikian laporan pejabat PBB, menurut Reuters.

Laporan PBB itu juga mengatakan negara anggota yang tidak disebutkan namanya telah menilai kalau dari segi ukuran, rudal Korea Utara sangat mungkin perangkatnya dipasang ke rudal balistik jarak jauh, jarak menengah dan jarak pendek.

"Negara Anggota, bagaimanapun, menyatakan tidak pasti apakah Korea Utara telah mengembangkan rudal balistik yang tahan terhadap panas yang dihasilkan selama masuk kembali ke atmosfer," kata laporan itu.

Baca Juga:Diam-diam, Korea Utara Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19

Korea Utara telah dikenai sanksi PBB sejak 2006. Sanksi tersebut telah diperkuat oleh 15 anggota Dewan Keamanan selama bertahun-tahun dalam upaya untuk memotong dana bagi program rudal nuklir dan balistik Pyongyang.

Namun faktanya mereka tetap terus mengembangkan senjata nuklir mereka. Dari sana para pemantau PBB itu pada 2020 menemukan bukti kalau para peretas yang terkait dengan Korea Utara "terus melakukan operasi terhadap lembaga keuangan dan lembaga penukaran mata uang virtual untuk menghasilkan pendapatan".

Dana hasil peretasan di dunia maya itu mereka gunakan untuk mendukung program nuklir dan misil Korut. "Menurut salah satu negara anggota, total pencurian aset virtual Korea Utara, dari 2019 hingga November 2020, bernilai sekitar 316,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,4 triliun," kata laporan itu.

Pada 2019, pengawas sanksi melaporkan bahwa Korea Utara menghasilkan setidaknya 370 juta dolar AS atau sekitar Rp5,1 triliun dengan mengekspor batu bara, yang dilarang berdasarkan sanksi PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini