Wabah Demam Babi Afrika, Kota Ini Musnahkan 3000 Babi-babinya

Wabah virus babi Afrika kini sedang mewabah dan disebut-sebut sudah menyebar ke beberapa negara di dunia, salah satunya Hongkong China.

Muhammad Taufiq
Rabu, 10 Februari 2021 | 12:06 WIB
Wabah Demam Babi Afrika, Kota Ini Musnahkan 3000 Babi-babinya
Sejumlah babi yang mati akibat terserang penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. [ANTARA]

SuaraJatim.id - Bukan cuma manusia, babi saat ini juga diserang wabah virus mematikan. Wabah virus babi Afrika kini sedang mewabah dan disebut-sebut sudah menyebar ke beberapa negara di dunia, salah satunya Hongkong China.

Pihak berwenang Hong Kong bahkan sudah memerintahkan pemusnahan 3.000 babi. Penyebabnya karena virus babi menyebar dengan cepat untuk pertama kalinya di sebuah peternakan kota.

Untungnya, virus demam babi ini tidak berbahaya bagi manusia. Di Hongkong sendiri, wabah demam babi ini terakhir terjadi pada 2019. Saat itu, 10.000 babi dimusnahkan karena terjangkit virus ini.

Nah tahun ini, wabah baru ditemukan di sebuah peternakan di daerah pedesaan Yuen Long, di utara dekat perbatasan daratan China.

Baca Juga:Ditemukan Virus Demam Babi Afrika, 3.000 Babi di Hong Kong Dimusnahkan

Demam babi Afrika mewabah di daratan, di mana penyakit itu menghancurkan peternakan pada 2018 dan 2019, dan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada musim dingin ini.

Departemen Pertanian dan Perikanan Hong Kong, yang mengawasi penyelidikan wabah mengatakan virus itu terbatas pada satu peternakan dan pemiliknya akan diberi kompensasi.

Hong Kong memiliki sekitar 43 peternakan babi dan memasok 15 persen dari kebutuhan babi hidup. Ini berdasar laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat pada 5 Februari 2021.

"Anggota masyarakat tidak perlu khawatir," kata Departemen Pertanian dan Perikanan dalam sebuah pernyataan pada Selasa, (10/02/2021), seperti dikutip dari Antara.

Departemen Pertanian dan Perikanan setempat juga meyakinkan masyarakat Hongkong kalau pasokan babi hidup dari sumber lain dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Baca Juga:Pertarungan Ular Sanca dan Babi Hutan Disaksikan Warga, Begini Akhirnya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini