Tanggapi Gus Idris, Ketua PWNU Jatim: Hoaks Itu Keluar Dari Ajaran Islam

Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kiai Marzuqi Mustamar, mengomentari kasus Gus Idris.

Muhammad Taufiq
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
Tanggapi Gus Idris, Ketua PWNU Jatim: Hoaks Itu Keluar Dari Ajaran Islam
Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim Kiai Marzuki Mustamar (nu.or.id)

SuaraJatim.id - Ribut-ribut berita hoaks penembakan terhadap Idris Al-Marbawy atau Gus Idris, mendapat tanggapan dari Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kiai Marzuqi Mustamar.

Kiai Marzuki, yang juga Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Malang, itu menilai penyebaran hoax itu tidak diajarkan dalam agama Islam. Bahkan bisa disebut keluar dari ajaran Islam.

Di dalam ajaran Islam, kata dia, siapapun tidak boleh berbohong atau menyebar informasi tidak benar.

"Saya bicaranya normatif saja dalam ajaran Islam tidak boleh membully orang. Tidak boleh memfitnah, tidak boleh berkhianat, bohong tidak boleh, adu domba tidak boleh," kata Marzuqi saat ditemui SuaraMalang.id, jejaring media SuaraJatim.id di kediamannya, Rabu (03/03/2021).

Baca Juga:Gus Idris Diperiksa Polisi Soal Heboh Video Penembakan 'Serangan Sihir'

Marzuqi juga berpendapat, siapapun termasuk ulama sekalipun yang keluar dari ajaran Islam itu niscaya akan mengalami kerugian cepat atau lambat.

Salah satu pengajar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini mengatakan kepercayaan dari orang lain adalah hal yang wajib dijaga untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

Caranya menjaga kepercayaan orang lain adalah dengan bertutur dan berprilaku jujur ke orang lain.

"Ini untuk siapapun, salah satu kunci sukses itu kalau kita mendapat kepercayaan dari pihak lain. Orang dagang sukses memasarkan asalkan mendapat kepercayaan. Orang berdakwah akhirnya menjadi besar dipercaya umat. Karena mereka percaya," kata dia.

Hal ini berbeda jika seseorang sudah berbohong atau menyebar informasi hoax. Ulama ataupun pengasuh pondok pesantren sekalipun, kata Marzuqi, akan kehilangan umat atau santrinya atau mengalami kerugian.

Baca Juga:85 ABK Panti Asuhan Yayasan Bhakti Luhur Malang Isolasi Mandiri

"Kalau kita umat Islam sering berbohong mengecewakan orang menghianati orang, ujung-ujungnya orang lain gak percaya sama Islam. Ustaz atau siapapun bikin bohong lama-lama ujung-ujungnya masyarakat kecewa, habis lah jamaahnya habislah santrinya," tutur dia.

Untuk itu, Marzuqi mengajak tidak hanya Gus Idris tapi seluruh warga Indonesia untuk berhenti menyebar berita hoax atas nama apapun.

"Karena jangan sampai kejadian di Timur Tengah perang saudara itu karena berseliweran hoax. Akhirnya umat bingung fitnah sana sini akhirnya perang saudara. Indonesia tidak boleh," papar Marzuqi.

Marzuqi pun mengaku sering melakukan laporan ke Subdit Cyber Crime Polda Jatim jika menemukan laporan hoax di dunia maya.

"Saya terus lakukan laporan sering juga mendapat hoax lalu saya laporkan ke Cyber Crime untuk tracing. Jadi saya harap dan mengajak pemerintah atau aparat untuk memberentas hoax di Indonesia," ujarnya.

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini