Anak kucing hutan yang baru belajar mencari makan sendiri di alam liar tersebut masuk pemukiman warga dari arah perkebunan tebu.
"Kemungkinan anak kucing hutan ini terpisah dari induknya karena habitat terganggu," kata Ketua Les Cakra Yuga Hermawan memperkirakan.
Belum ada temuan anak kucing hutan lain. Sementara anak kucing hutan yang ditemukan Solikhin dan Galih Fatoni di rumah Galih telah dievakuasi tim Sugriwa Les Cakra pada Sabtu (10/4) siangnya.
Sempat dirawat beberapa hari karena adanya luka di bagian sekitar bibir (dekat mulut), macan rembah tersebut akhirnya diserahkan ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri pada Senin (12/4) untuk mendapat penanganan konservasi yang layak.
Baca Juga:Gegana Ledakkan Tas Misterius di DPRD Kota Kediri, Ada Bata Merahnya...
"Kami sangat mengapresiasi kesadaran warga yang melaporkan temuan satwa liar jenis kucing hutan Jawa ini mengingat statusnya yang masuk daftar Appendix II CITES, yang artinya jenis satwa ini masuk spesies yang dilindungi karena jumlahnya di dunia yang terus menurun dan terancam punah," kata Yuga.
Mewakili komunitas peduli dan cinta satwa dan konervasi, Yuga juga menyampaikan terima kasih atas kesadaran masyarakat untuk menyerahkan satwa dilindungi.
"Apalagi ini dilakukan bahkan sebelum kami edukasi. Karena yang kali ini keliatan sekali mereka sadar pentingnya kelestarian satwa liar untuk keseimbangan alam," katanya.
Harapannya semakin banyak yang paham pentingnya kelestarian satwa liar seperti kucing hutan ini Karena jumlahnya yang semakin sedikit," ujar Yuga menegaskan.
Baca Juga:Heboh Temuan Tas Terlilit Kabel di DPRD Kediri, Tim Gegana Turun Tangan