alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dulu Nelayan Lamongan Ikut Tolong Korban Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Muhammad Taufiq Jum'at, 30 April 2021 | 19:17 WIB

Dulu Nelayan Lamongan Ikut Tolong Korban Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Foto Dok: Kapal Van der Wijck (Soerabaijasch handelsblad, 20-10-1936)

Masyarakat Desa Berondong, Lamongan, konon disebut-sebut banyak yang melihat langsung proses tenggelemnya kapal Van Der Wijck pada 1936.

SuaraJatim.id - Masyarakat Desa Berondong, Lamongan, konon disebut-sebut banyak yang melihat langsung proses tenggelemnya kapal Van Der Wijck pada 1936. Mereka bahkan ikut membantu evakuasi para korban tenggelam.

Dalam evakuasi itu, juga disebutkan banyak penumpang selamat dari peristiwa nahas tersebut. Kendati demikian, Pegiat Kebudayaan Lamongan Deni Kuswoyo belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya. Karena dokumen dari rumah sakit juga belum ditemukan. 

"Menurut sumber dari masyarakat banyak  yang selamat, tapi bukti dari rumah sakit belum kita temukan. Mestinya itu dokumen yang lama," kata Deni saat ditemui SuaraJatim.id, Jumat (30/4/2021). 

Kapal yang pernah ditumpangi Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta saat pembuangan di Boven Digoel itu sebenarnya merupakan kapal penumpang. Namun belakangan diketahui kapal itu juga mengangkat barang berat seperti besi dan barang lainnya.

Baca Juga: Bangkai Kapal Van Der Wijck Dipastikan Masih Utuh, Tenggelam di Lamongan

Sedangkan Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, tenggelamnya kapal Van Der Wijck pada 1936 menjadi pengingat kemanusiaan bangsa indonesia. Sebab meski dalam kondisi penjajahan kolonial atau perang, nelayan Berondong masih sempat melakukan pertolongan. 

"Itu kan kondisi perang, sebelum kemerdekaan. Mereka sempat-sempatnya menolong kapal tenggelam yang ditumpangi mayoritas orang Belanda. Kan ini yang luar biasa," katanya menegaskan.

Wicaksono lalu menjelaskan, titik tenggelamnya kapal sebenarnya lebih dekat di Desa Keranji. Namun kenapa malah nelayan Berondong yang menolong? Salah satu penyebabnya, kata dia, karena nelayan setempat dalam mencari ikan jangkuannya sangat luas. Sehingga ketika ada kapal tenggelam mereka langsung bergerak menolong. 

"Informasi dari nelayan lokal peristiwa itu memang ada. Kebetulan saksi yang melihat proses evakuasi tenggelamnya kapal baru meninggal setahun kemarin. Jadi tinggal bukti kongrit yang harus ditelurusi," katanya menegaskan.

Adapun Proses pencarian bangkai kapal Van Der Wijck masih terus dilakukan. Diduga titik tenggelmanya berada di 17 mil dari Desa Berondong, Kecamatan Berondong. Pencarian bangkai kapal legendaris itu melibatkan tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim. 

Baca Juga: Razia Warung Esek-esek di Lamongan, 11 Kupu-Kupu Malam Diamankan

Dalam proses pencarian Kamis (29/4/2021) kemarin, tim BPCB sempat menyisir area tenggelamnya kapal. Saat dideteksi ke alat sonar, terpantau seperti ada banguanan yang diduga kapal Van Der Wicjk. Dipastiakn kapal yang disebut termegah di zamannya itu masih utuh di dasar laut. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait