Salut! Zhang Jadi Tunanetra Asia Pertama yang Menaklukkan Gunung Everest

Tidak semua orang bisa menaklukkan puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest. Itu untuk ukuran orang normal. Tapi nyatanya, ada juga sejumlah tunanetra yang mampu mendakinya.

Muhammad Taufiq
Minggu, 30 Mei 2021 | 17:15 WIB
Salut! Zhang Jadi Tunanetra Asia Pertama yang Menaklukkan Gunung Everest
Patok pendakian Everest di sisi Tibet. ANTARA/REUTERS/ChinaImages/aa. (ChinaImages via Reuters Connect/Xiao Mi)

SuaraJatim.id - Tidak semua orang bisa menaklukkan puncak tertinggi di dunia, Gunung Everest. Itu untuk ukuran orang normal. Tapi nyatanya, ada juga sejumlah tunanetra yang mampu mendakinya.

Adalah Zhang Hong (46). Pria tunanetra asal China berhasil membuktikan jika orang dengan gangguan penglihatan pun bisa menaklukkan puncak tertinggi di dunia itu. Zhang mendaki dari sisi Nepal.

Dengan prestasinya itu, Zhang mencatatkan diri sebagai tunanetra pertama dari Asia yang menaklukkan Everest. Sementara di dunia, Ia menjadi tunanetra ketiga.

"Tak peduli apakah kita punya disabilitas atau normal, apakah kita kehilangan penglihatan atau tidak memiliki kaki atau tangan, tak masalah selama kita mempunyai tekad kuat, kita selalu bisa menyelesaikan sesuatu apa yang orang lain tidak mampu untuk melakukannya," kata Zhang kepada Reuters.

Baca Juga:Kurang dari 26 Jam, Tsang Yin-hung Jadi Manusia Tercepat Mendaki Gunung Everest

Zhang berhasil mencapai Himalaya setinggi 8.849 meter pada 24 Mei--didampingi oleh tiga pemandu-- dan kembali ke markas pada Kamis (27/5).

Lahir di Kota Chongqing, China, Zhang kehilangan penglihatannya pada usia 21 tahun akibat glaukoma. Ia terinspirasi oleh Erik Weihenmayer, pendaki tunanetra asal Amerika yang juga mencapai Everest pada 2001, dan mulai berlatih dengan teman pemandunya Qiang Zi.

Nepal membuka kembali Gunung Everest bagi wisatawan asing pada April setelah menutupnya tahun lalu akibat pandemi COVID-19.

"Saya masih merasa sangat takut, sebab saya tidak dapat melihat ke mana saya berjalan, dan saya tidak dapat menemukan pusat gravitasi saya, sehingga terkadang saya akan jatuh," katanya.

"Akan tetapi saya terus berpikir sebab meskipun ini berat, saya harus menghadapi kesulitan ini, ini adalah salah satu komponen pendakian, ada kesulitan dan bahaya dan inilah yang dimaksud mendaki." ANTARA

Baca Juga:Ratusan Orang Terinfeksi Covid-19 di Gunung Everest Nepal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini