alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rektor Unair: Hasil Uji Spesimen Covid-19 Bangkalan Terindikasi Virus Varian India

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Senin, 14 Juni 2021 | 19:56 WIB

Rektor Unair: Hasil Uji Spesimen Covid-19 Bangkalan Terindikasi Virus Varian India
ilustrasi Covid-19. Rektor Unair: Hasil Uji Spesimen Covid-19 Bangkalan Menyerupai Virus Varian India. [ANTARA/Shutterstock/am.]

Rektor Unair Prof. Mohammad Nasih mengatakan, hasil uji dari Institute Tropical Disease (ITD) ditemukan ada kemiripan dengan spesimen Covid-19 dari Kudus, Jawa Tengah.

SuaraJatim.id - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof. Mohammad Nasih mengklaim uji spesimen Covid-19 Bangkalan telah rampung dilakukan. Sedikitnya ada tiga spesimen yang telah keluar hasilnya.

Rektor Prof. Mohammad Nasih mengatakan, hasil uji dari Institute Tropical Disease (ITD) ditemukan ada kemiripan dengan spesimen dari Kudus, Jawa Tengah. Persisnya menyerupai mutasi virus corona B16172 atau varian India.

"Hasilnya nampaknya tidak jauh-jauh dari Kudus, tapi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa karena sampel yang baru bisa diidentifikasi masih tiga," katanya dikutip dari Antara, Senin (14/6/2021).

Ia melanjutkam, Tim ITD Unair hanya berhasil mengidentifikasi tiga spesimen, lantaran 24 sampel Covid-19 dari Bangkalan yang diterima tidak sempurna. Sehingga, hasil penelitian juga tidak bisa didapatkan dengan tepat. 

Baca Juga: RSLI Surabaya Rawat 179 Pasien Covid-19 Klaster Madura

"Sampel yang kami terima agak kurang sempurna, sehingga dari 24 sampel yang kira running dalam proses itu, yang sempurna benar hasilnya baru tiga sampel," ujarnya.

Dari tiga sampel yang berhasil diidentifakasi dengan sempurna, lanjut Prof. Nasih, hasil identifikasinya sudah disampaikan kepada Menteri Kesehatan, Gubernur Jawa Timur dan Kepala Dinas setempat.

"Intinya kami belum bisa menyimpulkan macam-macam, karena sampel yang kami dapat masih sangat sedikit, dan ada beberapa sampel yang bermasalah," katanya. 

Ia pun menekankan bahwa kasus Bangkalan ini harus direspons secara khusus dan penanganannya harus spesifik karena menyangkut penyebaran yang sangat kuat dan cepat.

"Kita mendengar bahwa ada peningkatan di Rumah sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga (RSKI Unair)sebelumnya hanya 21-an kini sudah 40 sekian bahkan 50 lebih yang ditangani di RSKI. Ini menandakan bahwa ada peningkatan yang cukup tajam dan penyebaran yang cukup cepat," katanya.

Baca Juga: Covid-19 di Kabupaten Madiun Beringas! 66 Warga Terpapar Virus, Satu Dusun Mikro Lockdown

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait