alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Fakta Baru Dosen IAIN Kediri Diduga Cabuli Mahasiswinya, Modus Bimbingan Skripsi

Muhammad Taufiq Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:31 WIB

Fakta Baru Dosen IAIN Kediri Diduga Cabuli Mahasiswinya, Modus Bimbingan Skripsi
Ilustrasi kasus pencabulan atau pemerkosaan. (Antara)

Kasus pencabulan mahasiswi di IAIN Kediri diduga tak hanya dilakukan satu dosen saja

SuaraJatim.id - Dunia pendidikan Kediri digemparkan atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu dosen Kampus IAIN Kediri berinisial MA kepada salah satu mahasiswanya.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri, Sardjuningsih mengaku, kasus ini terungkap atas adanya laporan korban yang tak lain adalah mahasiswa IAIN.

"Kami menerima laporan dari mahasiswi pada awal bulan Agustus dan langsung ditanggapi rektorat dengan cara pemeriksaan secara bertahap," ujarnya saat dihubungi, Senin (23/8/2021).

Dia menjelaskan, laporan pelecehan yang diterima berupa screenshot chat dan voice recording. Berdasarkan kesaksian korban, modus yang dipakai pelaku yaitu mengajak ke rumah dengan maksud membimbing penulisan skripsi. Korban juga tidak dibolehkan mengajak teman.

Baca Juga: Resmi! Bali United vs Persik Kediri Jadi Pembuka Liga 1 2021/2022 di SUGBK

Secara prosedur, hal itu menyalahi aturan yang tertulis dalam Kode Etik Dosen.

Kegiatan perkuliahan antara dosen dan mahasiswa harusnya diselesaikan di kampus saat jam kerja. Menggunakan alasan akademis untuk bertemu mahasiswa di luar jam kerja kampus, juga tidak diperkenankan.

"Dosen tersebut sudah berulang kali diperingatkan pihak fakultas terkait namun tidak dihiraukan," kata Sardjuningsih.

Lebih lanjut Sardju mengatakan, atas perilaku yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut, pihak perguruan tinggi setempat memberikan sejumlah sanksi.

"Ada tiga sanksi yang diberikan terhadap oknum dosen tersebut diantaranya penurunan jabatan sebagai Kaprodi, tidak diperkenankan naik jabatan selama kurun waktu tiga tahun dan tidak diperkenankan untuk membimbing skripsi selama dua semester," ujarnya.

Baca Juga: Edan! Pria Paruh Baya di Kediri Digerebek Habis Keloni Bocah di Hotel

Fakta Baru terkuak

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait