alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ya Ampun! Sepekan Terakhir Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Tertinggi

Muhammad Taufiq Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:24 WIB

Ya Ampun! Sepekan Terakhir Angka Kematian Akibat Covid-19 di Jatim Tertinggi
Ilustrasi kasus kematian akibat Covid-19 [Antara]

Data terbaru Satgas Covid-19 mengungkapkan kalau angka kematian akibat virus tersebut di Jawa Timur dalam sepekan ini masih tertinggi se-Indonesia.

SuaraJatim.id - Data terbaru Satgas Covid-19 mengungkapkan kalau angka kematian akibat virus tersebut di Jawa Timur, dalam sepekan ini tertinggi se-Indonesia.

Seperti disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, pekan ini ada 1.214 jiwa warga Jatim meninggal, lalu Jawa Barat 922 jiwa, Jawa Tengah 550 jiwa, Bali 329 jiwa, dan Sumatera Utara 222 jiwa.

Daerah berikutnya Kalimantan Timur 213 jiwa, DI Yogyakarta 206 jiwa, Riau 191 jiwa, Lampung 179 jiwa, dan Kalimantan Selatan 150 jiwa.

Wiku menyoroti sembilan dari 10 provinsi ini juga termasuk dalam daerah dengan kasus aktif dan kesembuhan tertinggi dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Tetap Waspada! Meski Turun Level, 550 Warga di Jateng Meninggal Karena Covid-19

"10 provinsi menyumbangkan 75 persen dari total kematian nasional pada minggu ini," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (31/8/2021).

"Ini artinya kualitas pelayanan kesehatan di provinsi-provinsi ini sudah ditingkatkan namun kematian belum dapat ditekan," katanya menambahkan.

Wiku menyalahkan peran posko di daerah-daerah ini yang belum maksimal menolong warga yang terpapar covid-19 dan butuh tempat isolasi.

"Pelaporan kinerja poskonya masih terpusat pada edukasi dan sosialisasi 3M, kegiatan pembubaran kerumunan, mendata warga positif covid-19, dan pengawasan prokes masih sangat sedikit jumlahnya," ucap Wiku.

"Mohon kepada 10 kepala daerah untuk memantau pelaksanaan fungsi posko di daerah kerjanya," tegasnya.

Baca Juga: Satgas Tegur 10 Daerah karena Angka Kematian Covid-19 Tinggi, Jatim Paling Banyak

Dia menduga angka kematian masih tinggi di daerah ini karena banyak warga yang menolak isolasi terpusat karena terlalu yakin bisa sembuh dengan isolasi mandiri saja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait