Garangnya Penampakan Slamet, Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Ciremai

Kamera jebakan Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (PEH TNGC) berhasil mengabadikan seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Muhammad Taufiq
Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:20 WIB
Garangnya Penampakan Slamet, Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Ciremai
Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Ciremai [Foto: Timesindonesia]

SuaraJatim.id - Kamera jebakan Petugas Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (PEH TNGC) berhasil mengabadikan seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Macan tutul jawa ini bernama Slamet Ramadhan penghuni TNGC yang terus dipantau kondisinya melalui kamera jebakan yang dipasang. Berdasar pantauan kamera, kondisi Slamet masih sehat. Hal ini disampaikan PEH Balai TNGC Robi Gumilang.

Robi menejelaskan, melimpahnya makanan untuk Slamet di hutan Gunung tertinggi di Jawa Barat serta masih terjaganya kelestarian alam menjadi daya dukung macan jantan tersebut bisa terus dalam kondisi sehat.

"Dokumentasi terakhir di September itu ada di Lempong Balong, kemudian Maret ada di sekitar Bedeng wilayah Argamukti itu masih sehat kondisinya. Terakhir dilihat warga di wilayah Malarhayu Desa Bantarugung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka," ungkap Robi, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Sabtu (8/10/2021).

Baca Juga:Hadang Macan yang Kerap Turun Gunung, Warga di Kaki Gunung Sawal Lakukan Ini

"Untuk mangsanya berlimpah, ada kijang babi hutan, ayam, surili, lutung dan monyet. Tapi kalau untuk favoritnya itu ya jenis primata tadi, lutung, surili, monyet," jelasnya.

Guna memonitor kondisi Slamet, Balai TNGC diketahui telah memasang 12 kamera jebak yang disebar ke sejumlah titik. Kamera jebak tersebut nantinya akan mendokumentasikan kondisi Slamet maupun hewan lainnya.

"Untuk monitoring kita melakukan pengamatan di lapangan rutin dan ekplorasi. Untuk mendokumentasikan melalui kamera trap yang dipasang, kita pantau tiap 1-2 bulan. Kamera trap ada 12, 6 di Kuningan dan 6 di Majalengka," ujarnya.

Robi mengatakan, selain Slamet Ramadhan, di kawasan TNGC juga terdapat Macan Tutul Jawa lainnya. Diperkirakan ada 2-4 macan tutul yang saat ini menjadi penjaga hutan Gunung Ciremai.

"Kalau secara laporan masyarakat ada 2-4 ekor. Tapi kalau yang terekam kamera trap baru dua semuanya jantan, satu tutul kuning dan satu tutul hitam, si Slamet Ramadhan ini," ucapnya.

Baca Juga:Segini Kekuatan Bahan Peledak yang Disembunyikan Teroris di Gunung Ciremai

Sebagai informasi, Slamet Ramadhan dilepasliarkan pada bulan Juli 2019 lalu. Macan Tutul Jawa ini sebelumnya dievakuasi karena turun ke perkampungan warga Desa Cimalingping, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang pada 1 Juni 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini