alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terdampar di Pantai Blitar, Hiu Paus Ditemukan Membusuk Siripnya Hilang

Muhammad Taufiq Senin, 11 Oktober 2021 | 12:12 WIB

Terdampar di Pantai Blitar, Hiu Paus Ditemukan Membusuk Siripnya Hilang
Hiu Paus terdampar di Pantai Blitar [SuaraJatim/Farian]

Seekor ikan Hiu Paus ditemukan terdampar dan membusuk di Pantai Jebring Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, Senin (11/10/2021).

SuaraJatim.id - Seekor ikan Hiu Paus ditemukan terdampar dan membusuk di Pantai Jebring Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, Senin (11/10/2021).

Ikan terbesar itu ditemukan sudah menjadi bangkai dengan kondisi sirip menghilang bekas dipotong.

Kapolsek Wonotirto, Iptu Supriadi ketika dikonfirmasi mengungkapkan, hiu paus tersebut memiliki panjang sekira lima meter, dengan tinggi 60 centimeter dan diperkirakan memiliki berat 5-7 kuintal.

"Dari kesaksian warga, ikan itu terdampar sejak hari Kamis (7/10/21). Dilaporkan hari itu sudah mati," ucap Supriadi, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Kota Blitar Beri Izin Anak-anak Kunjungi Tempat Wisata

Ia menjelaskan, jarak bangkai ikan hiu paus tersebut dengan air sekira 15 meter. Asumsinya, ikan tersebut terdampar ke pantai ketika air laut sedang pasang pada malam hari. Lalu tiba saat air surut, ikan sudah tak bisa kembali ke laut.

Supriadi membeberkan, laporan terkait bangkai ikan hiu paus tersebut baru masuk ke Polsek Wonotirto pada hari Minggu (10/10/2021) kemarin. Warga setempat awalnya tidak mengetahui kalau benda besar di pantai itu adalah ikan hiu paus.

Usai dilaporkan, bangkai hiu paus itu kemudian dikuburkan oleh masyarakat setempat. Ikan hiu paus malang itu dikuburkan di Pantai Jebring.

"Jadi karena sudah mulai membusuk dan agar baunya tidak kemana-mana, maka kamis bersama muspika dan nelayan Pantai Jebring menguburkan ikan tersebut agar baunya tidak kemana-mana karena sudah mengalami pembusukan," jelasnya.

Supriadi mengaku tidak melaporkan temuan bangkai ikan hiu paus ke instansi terkait seperti Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem karena kondisinya ditemukan sudah mati dan mulai membusuk.

Baca Juga: Geger Kematian Wanita Paruh Baya di Blitar, Kepalanya Retak Diduga Korban Pembunuhan

"Kami sudah berkoordinasi dengan pak Camat. Karena kondisinya sudah mati sehingga secepatnya dikuburkan agar baunya tidak kemana-mana," ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait