Dijelaskan, kapal Van Der Wijk memiliki panjang 125 meter setara dengan panjang lapangan bola. Sedangkan lebar badan kapal diperkirakan 20 meter. Penyelam bahkan sempat melihat besanrnya cerobong kapal, tapi tak bisa mendokumentasikan lantaran airnya terlihat keruh.
Kendati sudah menemukan bangkai kapal legendaris, pihak BCB perlu adanya pembuktikan secara akademi. Pasalnya belum ada bukti secara kongkrit, baik berupa tulisan maupun sisa-sisa peninggalan yang identik menyatakan kapal karam di peraiaran Berongong merupakan kapal Van Der Wijk.
"Secara kajian pelan-pelan harus dipastikan. Saat ini modal kita adalah ketarangan masyarakat dulu yang sempat menolong dan penemuan bangkai kapal. Termasuk tangga dan benda peninggala paling mudah dikenali. Saya yakin 70 persen bangkai itu meruapakan kapal Van Der Wijk," ujarnya.
Sementara itu Bupati Lamongan Yuronur Efendi mengapresiasi dengan penemuan kapal yang sempat diangkat dari layar lebar. Penemuan ini disebut bupati sebagai sejarah besar yang nantinya akan menjadi bukti terpenting bahwa Van Der Wijk bukan lah kisah fiksi.
Baca Juga:Peringati Maulid Nabi dan Hari Santri 2021, Semen Gresik Gelar Istighosah
Dalam mendukung penemuan ini, bupati akan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak. Utamanya terkait pengangkatan kembali bangkai kapal dari dasar laut menuju darat. Kedepan bisa jadi, bangkai kapal akan dijadikan wisata baru yang berbentuk musium sejarah.
"Ini titik awal targetnya harus mengidentifikasi bahwa kapal itu jelas Van Der Wijk. Selanjutnya saya akan kordinasi, kalau ini sudah menyangkut milik negara, ini mau dijadikan wisata saya yakin tidak akan sulit," ucapanya di hadapan awak media.
Kontributor : Amin Alamsyah