alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Manfaat Baca Surat Al Insyirah, Mendatangkan Rezeki dan Menghilangkan Rasa Malas

Pebriansyah Ariefana Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:02 WIB

Manfaat Baca Surat Al Insyirah, Mendatangkan Rezeki dan Menghilangkan Rasa Malas
Ilustrasi berdoa (pixbay)

Membaca Surat Al Insyirah secara istikamah dalam waktu tertentu memiliki banyak keutamaan.

SuaraJatim.id - Surah Al Insyirah adalah surah ke-94 dalam Al Quran. Surat ini terdiri 8 ayat dan termasuk golongan Surat Makkiyah serta diturunkan sesudah Surat Addhua. Berikut manfaat baca Surat Al Insyirah.

Membaca Surat Al Insyirah secara istikamah dalam waktu tertentu memiliki banyak keutamaan. Dalam kitab Khazinatul Asrar disebutkan setidaknya terdapat beberapa keutamaan membaca Surat Al Insyirah.

Berikut keutamaan membaca Surat Al Insyirah:

  1. Seseorang yang membaca Surat Al Insyirah secara rutin setelah salat wajib, maka akan dimudahkan segala urusannya, kesulitan akan dihilangkan dan akan mendapatkan rezeki tanpa diduga-duga.
  2. Membaca Surah Al Insyirah secara rutin akan mendatangkan kemudahan rezeki, melapangkan dada, dan menghilangkan rasa malas dalam beribadah.
  3. Sebagian ulama berkata membaca Surat Al Insyirah dapat memudahkan rizeki, melapangkan dada, menghilangkan kesulitan dalam segala perkara, memperbaiki orang yang malas dalam beribadah dan orang yang pengangguran dalam bekerja.
  4. Jika dibaca di waktu Duha sebanyak 200 kali, maka ia akan diberi kemampuan melihat hal-hal yang istimewa dan rahasia-rahasia yang mengherankan.
  5. Dikaruniakan kekayaan yang melimpah. Bagi yang ingin kehidupannya lebih baik, cobalah untuk mendawamkan Surat Al Insyirah sebanyak 40 kali setelah salat fardu. Lakukan selama 7 hari berturut-turut setiap waktunya.
  6. Dimudahkan memperoleh pekerjaan. Bagi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, cobalah laksanakan salat sunah mutlak 2 rakaat. Bacaan surat di dalam salat tersebut bebas sesuai dengan yang kita bisa. Kemudian setelah shalat, bacalah Surat Al Insyirah sebanyak huruf dari surat tersebut. Setelah itu mohonkanlah apa yang menjadi keinginan kita.

Isi Surat Al Insyirah

Baca Juga: Khasiat Surat Al Ikhlas, Jika Dibaca 10 Kali Akan Dapat Istana di Surga

  • (1) “Alamnasyrah laka shadrak.
  • (2) Wawadho' naa angkawizrak.
  • (3) Alladzii angqhadhadzah rak.
  • (4) Warafa' naa lakadzikrak.
  • (5) Fainnama al usri yusraaa.
  • (6) Innama al usri yusraaa.
  • (7) Faidzaa faragh tafangshabb.
  • (8) Wa ilaa rabbika far ghabb.”

Artinya, Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Bukankah kami telah melapangkan dadamu [Muhammad]. Dan kamipun telah menurunkan beban darimu. Yang memberatkan punggungmu. Dan kami tinggikan sebutan [nama] mu bagimu. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai [dari sesuatu urusan], Tetaplah bekerja keras [untuk urusan yang lain]. Dan hanya kepada tuhan mulah engkau berharap.

Surat ini merupakan Surat Makkiyah akhir yang turun menjelang Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Pembahasan ayat ini dibagi dalam tiga bagian. Kelompok pertama, atau pada ayat 1-4, membahas seputar beban hidup dan berbagai kesusahannya. Bagian kedua, ayat 5 dan 6 yang memuat tentang bagaimana pembanding antara kesusahan dan kemudahan. Ketiga, ayat 7 dan 8 memuat sikap yang diambil dalam menjalani kehidupan.

Prof Quraish Shihab dalam tafsir Al Misbah menjelaskan bahwa Surat Al Insyirah ini turun sebagai penenang bagi Nabi Muhammad. Saat itu Nabi sedang memikul beban yang sangat berat, walaupun tidak secara tekstual Alquran menguraikan beban tersebut.

Pertama, wafatnya istri Nabi, Sayyidah Khadijah dan paman Nabi, Abu Thalib. Kedua, beratnya wahyu Alquran yang beliau terima. Ketiga, kondisi masyarakat Arab jahiliyah di Makkah yang menentang dan melakukan tipu-daya kepada dakwah Islam Nabi Muhammad.

Prof Quraish lebih condong kepada poin ketiga dimana Nabi merasakan beban psikologis yang diakibatkan keadaan umat yang diyakini beliau berada dalam jurang kebinasaan, dan Nabi Muhammad belum dapat menemukan solusi yang tepat untuk hal tersebut. Hal ini diungkapkan Quraish Shihab dalam penafsiran Surat Al Insyirah ayat 1-4.

Baca Juga: Surat Al Kafirun Ayat 1-6: Keutamaan dan Tafsirnya

Penafsiran ini berbeda diungkapkan oleh Fakhruddin Ar-Razy dalam Tafsir Kabir. Masalah yang sedang membebani Nabi adalah mengenai kefakiran beliau perihal harta yang dijadikan bahan penolakan dan ejekan oleh kaum Jahililiyyah Makkah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait