SuaraJatim.id - Dalam Islam, percaya pada malaikat Allah adalah termasuk dalam Rukum Iman. Hal tersebut menegaskan kalau umat Islam wajib mempercayai keberadaan malaikat sebagai mahluk ciptaan Allah, hal tersebut juga terungkap dalam Surah Al Mursalat.
Dalam bahasa Arab, Al Mursalat berarti malaikat-malaikat yang diutus. Kata ini diambil dari ayat pertama surah ini yang memuat kata Al Mursalat.
Surah Al mursalat adalah surah ke-77 dalam Al Qur'an, terdiri dari 50 ayat. Surah ini tergolong surah Makkiyah, karena diturunkan sebelum Nabi Muhammad dan para sahabat hijrah ke Madinah.

Pokok kandungan Surah Al Mursalat
Baca Juga:Surah Alkahfi, Banyak Cerita di dalammya
Surah Al Mursalat berisi tentang penegasan Allah mengenai semua ancaman-Nya bagi setiap orang yang melanggar atau melawan hukum-Nya. Dalam surah tersebut ditegaskan bahwa ancaman Allah adalah nyata dan pasti terjadi. Surat tersebut juga berisi mengenai peringatan akan kehancuran umat terdahulu yang mendustakan para nabi. Pada bagian lain, surah Al Mursalah juga berbicara mengenai proses penciptaan manusia yang disebutkan berasal dari air yang hina.
Secara ringkas berikut isi dan pokok kandungan Surah Al Mursalat sebagai berikut:
1. Penegasan Allah bahwa apapun yang diancamkan-Nya pasti terjadi;
2. Menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum hari kebangkitan;
3. Peringatan Allah kepada umat-umat terdahulu yang mendustakan para nabi dan asal kejadian manusia dari setetes air hina;
4. Menceritakan keadaan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin di hari kiamat.
Keutamaan Surah Al Mursalat
Sebagaimana surah lainnya dalam Al Qur'an, Surah Al Mursalat juga memiliki sejumlah keutamaan. Laman bincangsyariah.com menulis, keutamaan surah Al Mursalat memiliki keutamaan, yakni orang-orang yang membacanya akan dijauhkan dari kesyirikan. Karena itu, jika seseorang ingin terhindar dari kesyirikan, maka dianjurkan untuk membaca surah Al Mursalat.
Baca Juga:Surah Attakwir, Hilangnya Ketentraman dan Kenyamanan Manusia Saat Hari Kiamat
Keutamaan tersebut terekam dalam sejumlah hadits Nabi Muhammad, diantaranya yang disebutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar. Bunyi hadits tersebut adalah sebagai berikut: