Longsor Terjadi di Ponorogo Timpa Bangunan SD, Dindingnya Sampai Jebol

Hujan lebat mengguyur kawasan Ponorogo Jawa Timur ( Jatim ) pagi tadi, Sabtu (04/12/2021). Hujan menyebabkan tanah longsor di Desa Temon Kecamatan Ngrayun.

Muhammad Taufiq
Sabtu, 04 Desember 2021 | 12:59 WIB
Longsor Terjadi di Ponorogo Timpa Bangunan SD, Dindingnya Sampai Jebol
Tanah longsor di Ponorogo [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Hujan lebat mengguyur kawasan Ponorogo Jawa Timur ( Jatim ) pagi tadi, Sabtu (04/12/2021). Hujan menyebabkan tanah longsor di Desa Temon Kecamatan Ngrayun.

Sebuah gedung sekolah dasar (SD), tepatnya SDN III Temon tertimpa longsoran hingga menyebabkan tembok bangunan kelasnya jebol. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tanah yang longsor itu merupakan plengsengan setinggi 6 meter yang berada di samping gedung sekolah. Material batu plengsengan dan tanah setinggi 3 x 14 meter masuk dalam dua ruang kelas dan menimbun peralatan sekolah.

Meskipun tak ada korban jiwa, namun sejumlah peralatan sekolah yang ada di dalam gedung yang terdampak tertimbun material.

Baca Juga:Sepanjang 2021 Terjadi 58 Kali Longsor dan 30 Kali Banjir di Kota Minyak

"Kejadiannya Jumat (3/12) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Longsor menimpa diding gedung hingga menyebabkan ambrol," kata Kapolsek Ngrayun AKP Joko Santoso, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Sabtu (4/12/2021) pagi.

Peralatan yang tertimbun antara lain, bangku kelas dan kursi sebanyak 35 buah, kursi 1 buah, dan dinding permanen dengan tinggi 4 meter panjang 20 meter jebol. Hingga atas bangunan menjadi miring, otomatis dua ruang kelas itu sudah tidak bisa digunakan.

"Kerugian diperkirakan 1 gedung yang terdiri dari 2 ruang kelas beserta isinya, dan plengsengan setinggi 6 x 20 meter. Total kerugian sekitar Rp 200 juta," katanya.

Kronologis kejadian bencana tanah longsor itu berawal saat Kamis (2/12) malam mulai hujan dengan intensitas tinggi hingga esok harinya hari Jumat (3/12).

Nah, pada hari Jumat (3/12) pukul 13.00 tiba-tiba terjadi tanah longsor yang menimpa diding gedung hingga ambrol. Pada saat terjadi bencana, cuaca cerah. Sebelum kejadian, sebenarnya tidak ditemukan tanda-tanda tebing atau plensengan retak.

Baca Juga:Lagi Bersihkan Lahan, Warga Ponorogo Temukan Amunisis Diduga Sisa Zaman Belanda

"Plengsengan yang ambrol ini dibuat pada tahun 2010 dengan dana swadaya masyarakat, sementara gedung sekolah yang jebol itu dibuat pada tahun 2011," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak