SuaraJatim.id - Setiap pagi cuaca di sekitar kawasan Gunung Semeru selalu mendung sejak meletus, Sabtu (04/12/2021). Namun pagi ini, cuacanya berbeda.
Dari Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, cuaca di sekitar Gunung Semeru terpantau cerah dan angin yang bertiup tak terlalu kencang, berbeda dengan dua hari sebelumnya usai terjadi peningkatan aktivitas gunung.
Bahkan puncak gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut pun nampak. Berbeda dengan dua hari lalu.
"Sejak Sabtu lalu, baru sekarang cuacanya cerah dan segar. Seperti sebelum-sebelum ada awan panas guguran," ujar Hari, salah seorang warga ditemui di desa setempat.
Baca Juga:Update Korban Letusan Gunung Semeru, Korban Meninggal 22 Orang, Korban Hilang Banyak
Bahkan, tidak sedikit warga dan relawan yang mengabadikan puncak Mahameru dengan kamera ponselnya.
"Mumpung kelihatan, sayang kalau tidak diabadikan mas," katanya sambil terus memotret mengambil dari berbagai angle.
Sementara itu, pada Senin (6/12) malam, Semeru yang merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut sempat mengeluarkan lava pijar.
Dipantau dari Kampung Renteng di Kecamatan Candipuro, terlihat jelas guguran lava dari puncak gunung. Meski demikian, warga setempat mengaku tak khawatir karena fenomena seperti itu kerap terlihat.
Pada Sabtu sore terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas guguran dan berdampak pada daerah di sekitar. Ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat aman. ANTARA
Baca Juga:Kisah Pilu Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berpelukan, Tak Tega Lari Saat Letusan Semeru