SuaraJatim.id - Bicara lemak perut tidak hanya bicara penampilan. Artinya, efek buruh lemak perut ini tidak melulu terkait penampilan saja, melainkan juga kesehatan.
Misalnya untuk diabetes tipe 2 misalnya. Ternyata lemak perut bisa memicu penyakit tersebut. Selain itu, lemak perut yang juga disebut sebagai lemak visceral juga bisa menyebabkan penyakit jantung dan kondisi lainnya.
Banyak organisasi kesehatan menggunakan indeks massa tubuh (BMI) untuk mengklasifikasikan berat badan dan memprediksi risiko penyakit metabolik.
Akan tetapi hal ini tidaklah tepat, sebab orang dengan lemak perut berlebih memiliki risiko yang lebih tinggi bahkan jika mereka terlihat kurus.
Baca Juga:Bisa Picu Penyakit Metabolik, Ini 11 Tips dari Ahli untuk Menghilangkan Lemak Perut
Meskipun menghilangkan lemak cukup sulit, namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kelebihan lemak perut berdasarkan studi ilmiah para ahli, seperti dikutip Healthline, Selasa.
1. Hindari makanan yang mengandung lemak trans
Lemak trans dibuat dengan memompa hidrogen menjadi lemak tak jenuh, seperti minyak kedelai.
Mereka ditemukan di beberapa margarin serta beberapa bahan lain yang biasa ditambahkan ke makanan kemasan. Lemak ini telah dikaitkan dengan peradangan, penyakit jantung, resistensi insulin, dan penambahan lemak perut dalam penelitian observasional dan pada hewan.
Sebuah penelitian selama 6 tahun menemukan bahwa monyet yang makan makanan tinggi lemak trans memperoleh 33 persen lebih banyak lemak perut daripada mereka yang makan makanan tinggi lemak tak jenuh tunggal.
Baca Juga:4 Olahraga Mengecilkan Perut, Efektif Membakar Lemak
Untuk membantu mengurangi lemak perut dan melindungi kesehatan Anda, baca label bahan dengan hati-hati dan jauhi produk yang mengandung lemak trans. Dalam label kemasan sering terdaftar sebagai lemak terhidrogenasi parsial.