Bimbingan pun awalnya berjalan seperti biasanya. Bimbingan berjalan dengan diskusi dan tanya jawab antara dosen H dengan mahasiswi A. Namun, mungkin karena melihat situasi sekitar yang sudah sepi, dosen H pun memanfaatkan situasi.
Sejurus kemudian dosen H berkata pada korban A, “Kamu cantik,” yang kemudian disusul ciuman dosen H kepada mahasiswi A.
Sejak kejadian tersebut mahasiswi A merasa ketakutan untuk melakukan bimbingan skripsi. Padahal di satu sisi dia harus menyelesaikan revisi skripsi sebelum tanggal terakhir Surat Penetapan Kelulusan (SPK).
Aksi dosen untuk mendekati A ternyata tak hanya dilakukan di kampus saja. Dosen H ternyata juga beberapa kali melakukan panggilan video kepada A dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Masalahnya saat melakukan panggilan tersebut, dosen H tak memakai busana atas.
Baca Juga:Sedia Payung Rek! Cuaca Surabaya Raya Hari Ini, Akan Diguyur Hujan Ringan
Sekuat tenaga mahasiswi A mencoba untuk mengabaikan panggilan tersebut. Namun satu sisi yang lain, mahasiswi A juga dibingungkan dengan tenggat waktu penyelesaian revisi skripsinya. Sedangkan untuk melakukan bimbingan secara bertemu fisik mahasiswi A mengaku takut. Dia khawatir dosen H akan berlaku lebih setelah kejadian pertama terjadi.
Masih menurut akun @dear_unesacatcallers, mahasiswi yang menjadi korban dosen H ini sebenarnya tak hanya satu. Akun @dear_unesacatcallers mengklaim sudah menerima tiga aduan korban yang menyampaikan kejadian yang sama. Semuanya mahasiswi jurusan hukum.
Pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa), saat ini tengah mengusut kasus terkait adanya salah satu dosenya yang diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswanya.
Terkait cerita itu, Vinda Maya menegaskan kalau tim UNESA saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti kasus pelecehan seksual oleh dosen bimbingan skripsi itu.
"Tim melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti terhadap dugaan tindakan kekerasan seksual ini," katanya menambahkan.
Baca Juga:4 Koleksi Mobil Crazy Rich Surabaya Melvin Tenggara, Termurah Harganya Bikin Nangis
Vinda sendiri hingga sekarang belum bisa membeberkan kondisi korban yang telah menerima pelecehan seksual. Hal itu akan dikonfirmasikan kepada kepala jurusan nya terlebih dahulu.