facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Antisipasi Penyebaran Omicron di Kota Madiun, Rumah Sakit Lapangan Mulai Disiagakan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Selasa, 25 Januari 2022 | 21:12 WIB

Antisipasi Penyebaran Omicron di Kota Madiun, Rumah Sakit Lapangan Mulai Disiagakan
Ilustrasi varian Omicron di Kota Madiun. [Foto: ANTARA]

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 varian baru, Omicron. Mayoritas merupakan dari klaster perbankan di wilayah setempat.

SuaraJatim.id - Wali Kota Madiun Maidi telah menyiapkan beberapa langkah menghentikan lanju penularan Covid-19 varian Omicron di wilayah. Salah satunya menyiapkan rumah sakit lapangan.

"Kami diminta untuk segera melakukan lokalisir. Sekaligus, rumah sakit juga disiapkan meski kami berharap untuk RS lapangan tak dipakai," kata Maidi di Kota Madiun, mengutip dari beritajatim.com, Selasa (25/1/2022).

Diberitakan sebelumnya, sebanyak sembilan orang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 varian baru, Omicron. Mayoritas merupakan dari klaster perbankan di wilayah setempat.

"Saya sudah telusuri sebanyak 149 orang dan ditambah 380 orang lagi. Hasilnya, ada yang positif 15 orang. Sebanyak 13 orang di antaranya Omicron. Sembilan dari Kota Madiun, empat dari luar," ujar Maidi.

Baca Juga: Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 di Kota Madiun Bertambah Signifikan, Diduga dari Klaster Bank

Sesuai data, kasus COVID-19 di Kota Madiun hingga Sabtu (22/1), telah mencapai 7.297 orang. Dari jumlah itu, 6.763 orang di antaranya telah sembuh, 5 orang dalam perawatan, 18 orang melakukan isolasi terpadu, dan 511 orang meninggal dunia.

Wali Kota Maidi mengungkapkan kalau saat ini pihaknya bakal menggalakkan vaksinasi. Menurutnya, dengan vaksinasi bisa mengurangi jumlah virus yang masuk dalam tubuh. Dengan jumlah cycle threshold (CT) yang dibawah 30 maka sampel harus dikirim untuk dilakukan whole genome sequencing (WGS) untuk diperiksa apakah terjangkit varian omicron atau tidak.

“Dengan vaksinasi kan jumlah CT tidak akan kurang dari 30. Dengan begitu sampel tidak sampai dikirim ke Surabaya. Vaksinasi harus cepat tidak boleh menunggu apa-apa,” kata Maidi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait