facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gubernur Khofifah Datangi Sekolah SMA Tempat Mengajar Guru yang Berbuat Rasis Pada Muridnya di Jember

Muhammad Taufiq Sabtu, 29 Januari 2022 | 18:53 WIB

Gubernur Khofifah Datangi Sekolah SMA Tempat Mengajar Guru yang Berbuat Rasis Pada Muridnya di Jember
Khofifah bertemu dengan perwakilan murid sekolah di Jember asal Papua [Foto: Suarajatimpost]

Beberapa waktu lalu sempat ramai kabar seorang guru di SMAN Pakusari Jember dilaporkan berbuat rasisme terhadap muridnya.

SuaraJatim.id - Beberapa waktu lalu sempat ramai kabar seorang guru di SMAN Pakusari Jember dilaporkan berbuat rasisme terhadap muridnya.

Merespons persoalan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa segera mengunjungi sekolah tersebut. Kunjungan ini untuk mengonfirmasi langsung perihal dugaan rasisme yang dialami oleh murid asal Papua tersebut.

Di sekolah tersebut memang banyak pelajar asal Papua. Oleh sebab itu, Khofifah pun mengajak berdiskusi sejumlah siswa, baik di SMA dan SMK terdekat.

"Kita bersama-sama hadir di SMA Pakusari ini, seperti yang sempat terkonfirmasi bahwa di sini ada penyampaian atau kata-kata yang kurang tepat (dilakukan oknum guru)," kata Khofifah, Sabtu (29/01/2022).

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Peringatkan Puncak Omicron 22 Maret: Batuk-batuk, Pilek Langsung Kita Swab

"Salah satu guru itu ada kekhilafan kepada siswa," kata Khofifah melanjutkan, seperti dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.

Mantan menteri sosial ini menegaskan, guru yang diduga melakukan dugaan rasisme telah meminta maaf dan sang siswanya telah memaafkannya. Sehingga disebut Khofifah persoalannya dianggap sudah selesai.

Namun Khofifah tetap meminta oknum guru ini diberikan hukuman sebagai bentuk pembinaan dan menjaga kondusivitas belajar mengajar di Kabupaten Jember. Hukuman berupa pemindah tugasan sang guru diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

"Karena SMA ini koordinasi dengan Pemprov, saya bersama PJ Sekda dan juga sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Jatim, akan memberikan penugasan (bagi oknum guru tersebut) di tempat lain. Jadi dalam waktu dekat, guru tersebut akan mendapatkan penugasan ditempat baru (tidak lagi mengajar)," terangnya.

"Jadi hal-hal yang terkait dengan proses pembelajaran di SMA Pakusari ini. Kita harapkan berjalan seperti semula. Murid-murid (Asal Papua) ini, termasuk bagian dari program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Mohon dibangun suasana yang baik dan kondusif dengan semangat belajar yang lebih baik kedepannya," tambahnya.

Baca Juga: Golkar Jatim 'Pede' Klaim Warga Jatim Gembira Khofifah Digandeng Airlangga, Dinilai Cuma Tes Ombak

Sementara itu, Kepala SMAN Pakusari Siswo Suryono menyatakan, oknum guru laki-laki yang diduga melakukan rasisme mengajar pelajaran Pendidikan Kewirausahaan (PKWU). Dimana peristiwa itu terjadi saat proses belajar mengajar yang terjadi di sebuah kelas di SMAN Pakusari Jember.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait