facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dokter Spesialis Urologi Bicara 'Film Porno', Buat yang Kecanduan Bokep Baca Ini..

Muhammad Taufiq Jum'at, 29 April 2022 | 11:05 WIB

Dokter Spesialis Urologi Bicara 'Film Porno', Buat yang Kecanduan Bokep Baca Ini..
Ilustrasi video porno (Unsplash/Charles Deluvio)

Ada banyak dalih bagi kaum adam yang seolah memaklumi menonton film porno atau bahasa gaulnya film bokep. Padahal, sedikit banyak film itu memiliki dampak buruk setelahnya.

SuaraJatim.id - Ada banyak dalih bagi kaum adam yang seolah memaklumi menonton film porno atau bahasa gaulnya film bokep. Padahal, sedikit banyak film itu memiliki dampak buruk setelahnya.

Demikian disampaikan Dokter Spesialis Urologi Konsultan Andrologi Urologi dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), Widi Atmoko. Ia mengatakan film porno bisa menyebabkan efek ekspektasi tidak wajar.

"Porn is not real. Ini sedikit tidak baik untuk pria karena sebenarnya fungsi seksual sangat berkaitan dengan sistem saraf termasuk pola pikir," katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis (29/04/2022).

"Seringnya, pornografi ini menyebabkan efek ekspektasi yang tidak wajar," kata melanjutkan dalam sebuah webinar kesehatan tersebut.

Baca Juga: Kocak Bercanda! Gegara Kasus Video Bokep Dea OnlyFans, Marshel Widianto Mau Jadi Duta Bokep

Menurut dokter yang juga berpraktik di RSUPN Ciptomangunkusumo itu, menonton film porno akan membuat pria memiliki standar yang tinggi sehingga nantinya sulit mencapai klimaks. Kondisi ini bisa berujung mengalami gangguan ejakulasi dan menurunnya hasrat seksual.

Hal serupa juga berlaku untuk masturbasi atau upaya memperoleh kepuasan seksual tanpa berhubungan intim. Widi mengatakan, masturbasi sama seperti menonton film porno bisa menurunkan hasrat seksual.

Di sisi lain, aktivitas menonton film porno juga bisa menganggu hubungan dengan pasangan. Sebuah studi dalam jurnal Neuropsychopharmacology pada tahun 2013 dan 2017 seperti dikutip dari Medical News Today, menemukan, pornografi menciptakan ekspektasi seks yang tidak realistis.

Di antara partisipan studi laki-laki, kebiasan menonton film porno dikaitkan dengan kepuasan seksual yang lebih sedikit. Menurut peneliti, mengakses pornografi relatif mudah, dan membutuhkan usaha yang jauh lebih sedikit daripada berinteraksi dengan pasangan.

Bagi sebagian orang, ini dapat berkontribusi pada siklus yang tidak sehat di mana pornografi menyebabkan masalah dalam suatu hubungan, membuat orang tersebut semakin bergantung pada pornografi untuk mencapai kepuasan seksual dan menghindari berhubungan intim.

Baca Juga: Selain Harvey Malaiholo, Berikut Ini Deretan Anggota DPR Terciduk Nonton Bokep Saat Rapat

Kendati begitu, film biru mungkin tidak masalah bagi pria yang secara alam bawah sadar masih bisa membedakan ekspektasi saat berhubungan seksual dengan pasangan dan adegan di dalam film. ANTARA

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait