Begini Tips Mengonsumsi Karbohidrat Namun Tetap Sehat dan Tak Bikin Gemuk

Karbohidrat dinilai sebagai salah pemicu kegemukan. Karena banyak orang-orang yang menghindari makanan ini untuk mencapai berat badan ideal.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 16 September 2022 | 17:00 WIB
Begini Tips Mengonsumsi Karbohidrat Namun Tetap Sehat dan Tak Bikin Gemuk
Ilustrasi nasi (pixabay).

SuaraJatim.id - Karbohidrat dinilai sebagai salah pemicu kegemukan. Karena banyak orang-orang yang menghindari makanan ini untuk mencapai berat badan ideal.

Padahal, menurut dokter spesialis diet Christopher Andrian, karbohidrat tak harus dihindari saat diet. Namun hanya perlu diatur porsinya biar aman.

"Orang tahunya diet itu enggak makan ya. Sebenarnya kalau kita google, diet itu sebenarnya artinya adalah asupan makanan yang dikonsumsi oleh seseorang. Kita makan itu namanya diet," katanya dikutip dari Antara, Jumat (16/09/2022).

"Nah seringnya karbohidrat itu punya bad reputation di Indonesia. Karena orang Indonesia itu hampir 70 sampai 80 persen itu makanannya adalah karbohidrat," katanya menambahkan.

Baca Juga:Dokter Spesialis Diet Paparkan Kebiasaan Orang Indonesia yang Bikin Gemuk

Padahal, kata dia, sebenarnya tergantung nasi seperti apa yang dimakan. Misal sarapan pakai nasi uduk pakai bakwan goreng, bihun goreng, kentang balado, "Itu hampir 80 persen isinya kan karbohidrat semua."

Lebih dalam Christopher menjelaskan, jika pola makan seperti itu terus menjadi kebiasaan maka dapat mengakibatkan kolesterol dan gula darah menjadi naik.

Jadi, mengonsumsi karbohidrat sebenarnya tetap baik karena berfungsi sebagai sumber energi. Namun, masyarakat harus menghilangkan kebiasaan mengonsumsi karbohidrat berlebih.

"Kalau itu diterusin, kolesterol bisa naik, gula juga naik. Sama kayak roti, kebiasaannya makan roti pakai selai. Itu kan karbo pakai kabo lagi. Jadi akan double triple karbo. Itu yang jadi masalah. Ditambah karbo fungsinya untuk bakar kalori, tapi sehari-hari cuma duduk doang. Akhirnya karbonya jadi lemak," paparnya.

"Jadi sebenarnya yang benar adalah jangan pernah mengkombinasikan dua sampai tiga karbohidrat dalam sekali makan," lanjut Christopher.

Baca Juga:Karbohidrat Tak Harus Dihindari saat Diet, Ini Tips dari Dokter

Kemudian, Christopher juga mengimbau agar masyarakat dapat membedakan karbohidrat kompleks dan simpleks saat diet. Jika dapat membedakan kedua jenis karbohidrat ini, maka diet pun dapat dilakukan dengan baik dan sehat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini