Ada Pavingisasi di Pelataran Candi Sadon Magetan, Apa Fungsinya?

Bangunan baru dan pemugaran dilakukan di Candi Sadon, di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ( Jatim ).

Muhammad Taufiq
Minggu, 25 September 2022 | 09:29 WIB
Ada Pavingisasi di Pelataran Candi Sadon Magetan, Apa Fungsinya?
Pavingisasi di Candi Sadon Magetan [Foto: Beritajatim]

SuaraJatim.id - Bangunan baru dan pemugaran dilakukan di Candi Sadon, di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ( Jatim ).

Bila sebelumnya pada struktur bangunan tidak ada pavingnya, kini sudah ada pavingisasi di halaman dan jalan masuk candi. Ini ternyata dilakukan untuk memudahkan para pengunjung candi.

Dahulu, belum terdapat deretan paving di titik manapun, kini terdapat paving di antara tumpukan Candi Sadon. Menurut Sang Juru Pelihara atau Juru Rawat yakni Sarnu, pavingisasi merupakan upaya untuk memfasilitasi waega yang melakukan ritual.

"Karena di musim penghujan kan kadang becek. Padahal, ya di titik itu yang digunakan untuk ritual. Supaya lebih nyaman saja," katanya dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Sabtu (24/9/2022)

Baca Juga:Untuk Menyiasati Kedelai Mahal, Pedagang Menaikkan Harga Tahu

Pihaknya sudah membicarakan tersebut pada pemdes. Pun, tujuannya baik yakni untuk memudahkan masyarakat yang beribadah agar tidak becek saat musim penghujan datang. Selain itu, pavingisasi juga sudah diketahui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

"Sudah sejak setahun lalu, dan sudah diberi izin dinas terkait," katanya.

Sarnu menyebut kalau pavingisasi hanya dilakukan di salah satu titik itu saja. Selain itu, pihaknya tidak memberikan izin. Karena tentu akan mengurangi nilai keaslian dari bebatuan yang digunakan untuk membangun candi.

Untuk itulah, yang dipaving hanya satu blok saja. Itupun, tidak menutup bagian – bagian yang sekiranya mengandung informasi sejarah.
"Utamanya huruf kuno yang ada di bagian candi tidak tertutup paving," katanya menambahkan.

Dia menyebut kalau sebenarnya Candi Sadon cukup terawatt. Sayangnya memang belum bisa dikembangkan ke arah pariwisata.

Baca Juga:10 Peziarah Wali Songo Asal Bojonegoro Dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Setelah Mobil Rombongan Terguling

Tanahnya sempit, di samping kanan kiri candi pun adalah tanah milik perorangan. Sehingga, untuk arah ke pariwisata pun juga harus yang memiliki minta khusus saja.

"Siapa tahu dengan agak diperbaiki kan bisa mengundang wisatawan yang ingin belajar," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak