Mereka Tersengat Kode-kode Jokowi Soal Pemimpin Rambut Putih

Banyak pihak tersengat 'kode-kode' dukungan capres dalam pernyataan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

Muhammad Taufiq
Senin, 28 November 2022 | 14:40 WIB
Mereka Tersengat Kode-kode Jokowi Soal Pemimpin Rambut Putih
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym].

Pernyataan Jokowi ini ternyata direspons beragam. Dari PDI Perjuangan misalnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pemimpin tidak ditentukan oleh warna rambut.

"Pemimpin itu tidak ditentukan oleh warna rambut, sebab warna rambut sama belum tentu hati dan pikiran sama. Apa yang disampaikan Pak Jokowi hanya gimik politik," kata Hasto pada sejumlah media.

Politisi PDIP lainnya, Sturman Panjaitan, mengingatkan soal disiplin terhadap aturan partai. Soal capres-cawapres, PDIP menaruh kewenangan sepenuhnya di tangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputeri.

"Disiplin adalah suatu kepatuhan terhadap peraturan yang sudah diberlakukan di semua organisasi," kata Sturman ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan.

Baca Juga:Rizal Ramli Pernah Jadi Korban Balas Dendam Jokowi, Panda Nababan: Sudah Nunggu Tapi Malah Ditinggal Pergi

Instruksi partai atau PDIP sudah jelas bahwa kewenangan capres-cawapres akan ditentukan oleh Megawati. Soal mengapa Jokowi bicara terus soal endorse terhadap capres, menurutnya hal itu perlu ditanyakan langsung ke Jokowi.

"Nah, tanyakan kepada pak Jokowi mengapa beliau menyampaikan itu," ungkapnya.

Sikap Partai Demokrat berbeda lagi. Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP/Koordinator Juru Bicara, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan pemimpin yang memikirkan rakyat itu dilihat dari rekam jejak, gagasan, ide serta karya untuk bangsa dan negara.

"Punya visi besar untuk negara ini. Sering berbagi pemikiran dan memberikan usulan solusi untuk permasalahan-permasalahan bangsa di berbagai forum ilmiah ataupun forum publik," kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (27/11/2022).

Menurut Herzaky pemimpin yang memikirkan rakyat juga seharusnya merupakan sosok yang berani menyuarakan harapan dan aspirasi rakyat di ruang publik dan membantu memperjuangkan nasib mereka. Pemimpin, lanjut dia juga harus mau duduk bareng dengan rakyat untuk mendengarkan keluhan mereka langung.

Baca Juga:PDIP 'Warning' Jokowi Disiplin Partai, Heboh Sinyal Calon Presiden Berambut Putih

"Bukan dari penampilan fisik ataupun jadi artis di medsos. Pencitraan joget sana sini seakan-akan dekat dengan rakyat. Tapi, saat rakyatnya ditindas, diintimidasi, ditekan, malah diam seribu bahasa," kata Herzaky.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini