- Belasan siswa di Jember mengalami keracunan makanan setelah menyantap paket Makan Bergizi Gratis pada Rabu, 20 Mei 2026.
- Satgas MBG Jember merekomendasikan penutupan total operasional dapur SPPG Kaliwates 7 akibat kelalaian prosedur penyajian makanan yang higienis.
- Bupati Jember memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh penyedia layanan gizi guna memastikan kepatuhan standar operasional prosedur yang ketat.
SuaraJatim.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi angin segar bagi kesehatan pelajar di Jember justru berubah menjadi mimpi buruk.
Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi, belasan siswa terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit dengan wajah pucat, mengeluhkan mual dan pusing yang hebat usai menyantap paket makanan pada Rabu (20/5/2026).
Petaka ini bermula dari dapur Satuan Pelayanan Penutupan Gizi (SPPG) Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai. Tak butuh waktu lama bagi Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Jember untuk mengambil langkah rekomendasi penutupan total bagi instansi tersebut.
"Kami merekomendasikan dengan tegas agar SPPG tersebut ditutup. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang abai terhadap keselamatan anak-anak kita," ujar Kepala Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:18 Siswa TK di Jember Tumbang Akibat Keracunan MBG, Dapur Pengolah Ludes Dilalap Api
Fakta mengejutkan terungkap di balik insiden ini. Ternyata, SPPG Kaliwates 7 bukan sekali ini saja bermasalah. Jejak digital di kanal pengaduan masyarakat "Wadul Gus'e" menunjukkan rentetan keluhan warga yang sebelumnya sudah sering masuk. Namun, peringatan demi peringatan itu tampaknya hanya dianggap angin lalu oleh pihak pengelola.
Sikap bebal ini sangat disayangkan oleh Satgas. Prosedur pengolahan hingga penyajian yang seharusnya higienis diduga kuat dilanggar.
Bayangkan saja, SPPG tersebut bertanggung jawab mendistribusikan 2.447 porsi makanan ke 15 sekolah di sekitarnya. Jika kelalaian ini dibiarkan, ribuan nyawa pelajar lainnya berada di ujung tanduk.
Kejadian ini memicu respons cepat dari pucuk pimpinan Kabupaten Jember. Bupati Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan penyesalan mendalam.
Baginya, keselamatan warga, terutama anak-anak, adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan alasan teknis apa pun.
Baca Juga:Tidak Digaji 4 Bulan, Kepala SPPG di Situbondo Mogok Kerja
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan orang tua. Saya pastikan ini adalah peristiwa terakhir," tegas Gus Fawait.
Ia pun menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh SPPG di Jember agar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat tanpa kecuali.
Pantauan di lapangan pada Kamis (21/5/2026) pagi menunjukkan suasana yang kontras di Jalan Teratai. SPPG Mitra Kaliwates 7 yang biasanya sibuk mengolah ribuan porsi makanan, kini mendadak senyap. Papan status suspend terpampang di depan bangunan tersebut, menghentikan seluruh operasional hingga batas waktu yang tidak ditentukan. (ANTARA)