PWNU Jatim Digeruduk Massa, Tuntut NU Tolak Erick Thohir Jadi Cawapres

Ajakan penolakan terhadap cawapres yang dinilai hanya berkompeten mengurus sepakbola tersebut ditujukan kepada Erick Thohir.

Chandra Iswinarno
Kamis, 04 Mei 2023 | 16:58 WIB
PWNU Jatim Digeruduk Massa, Tuntut NU Tolak Erick Thohir Jadi Cawapres
Massa Komunitas Nusa Bangsa menggelar aksi damai di kantor PWNU Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (4/5/2023). [Suarajatim.id/Dimas Angga]

Sebelumnya, Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Idil Akbar menilai Erick Thohir dianggap cukup membuktikan memiliki modal mumpuni dari sisi elektoral.

"Erick Thohir memiliki modal mumpuni dari sisi elektoral, sehingga dianggap mampu menjadi cawapres yang bisa juga mendukung kemenangan," ujar Idil seperti dikutip Antara pada Selasa (2/5/2023).

Ia mengemukakan, tren elektabilitas mantan Presiden Inter Milan tersebut cukup positif dalam beberapa bulan terakhir. Dalam catatan Idil kenaikan dari sisi elektoral tersebut terlihat konsisten sejak Februari yakni 17,5 persen. Kemudian pada Maret menjadi 17,8 persen dan kemudian melesat pada April menjadi 19,6 persen.

"Hadirnya capaian besar tersebut, tentu semakin menebalkan keterusungan Erick Thohir sebagai cawapres pada pilpres mendatang," ujarnya.

Baca Juga:Elektabilitas Jadi Cawapres Kalahkan Sandiaga Uno hingga Erick Thohir, Ridwan Kamil Punya Kans Maju Pilpres 2024?

Dengan kondisi tersebut, ia mengungkapkan bukan tidak mungkin Erick Thohir akan dipinang.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia yang memasangkan Erick Thohir dengan sejumlah calon presiden (capres) menunjukan hasil yang signifikan.

Dalam simulasi Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir hasilnya unggul lagi dari pasangan Ganjar dengan Sandiaga Uno. Lalu duet Anies dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pasangan Prabowo-Erick mendapat suara 30,3 persen, Ganjar-Sandi 28,4 persen, dan Anies-AHY 21,9 persen.

Adapun simulasi lainnya ketika Ganjar dipasangkan dengan Erick Thohir hasilnya justru berhasil kalahkan duet Prabowo dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Duet Anies-AHY juga di bawah.

"Ini juga sangat tipis sekali, tidak bisa diprediksi kalau ini quick count maupun survei enggak bisa diprediksi pemenangnya, berimbang," jelas Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda

Baca Juga:'Erick Thohir Effect' Dinilai Bisa Jadi Faktor Penentu Kemenangan di Pilpres, Ini Alasannya

Sementara simulasi terakhir, Prabowo diduetkan dengan Erick Thohir mengalahkan Ganjar dipasangkan dengan Ridwan Kamil, serta Anies dipasangkan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini