“Kalau main air soft gun itu kan butuh konsentrasi. Nah, ini melatih santri untuk konsentrasi saat menghafal Al-Qur’an,” katanya.
Sebelumnya, Islah Bahrawi membagikan foto enam santriwati menggunakan rompi dan membawa diduga senjata api (senpi).
"Dari hasil telusuran pencarian gambar di Google, tangkapan gambar ini dari sekolah Baitul Qur’an di Magetan (belum terkonfirmasi) Tampak para siswi memegang senjata laras panjang dan rompi anti peluru kemungkinan replika). Yang menjadi pertanyaan, entah jenis pendidikan apa yang diberikan kepada anak-anak kita. Mungkin saja pelajaran strategi dan kemampuan perang (I’dad) atau latihan fisik dengan senjata pembunuh artifisial. Tapi apa tujuannya?" tulisnya.
Islah Bahrawi juga mempertanyakan pendidikan model apa yang diajarkan oleh lembaga pendidikan itu.
Baca Juga:Gaduh Masalah Anak Harimau Mati, Alshad Ahmad Buat Surat Terbuka
"Pendidikan seperti ini bagi generasi muda hanya akan menanamkar glorifikasi perang. Alih-alih memiliki keinginan untuk memajukan agamanya melalui ilmu pengetahuan, bisa jadi generasi muda kita hanya akan berfikir tentang perang di masa depan mereka. Entah siapa yang bisa mengklarifikasi gambar ini atau yang harus bertanggung jawab atas metode pendidikan seperti ini," tulisnya lagi.
Dirinya mengingatkan mengenai ajaran agama yang mengayomi, bukan memilih jalan perang.
"Anak-anakku, agama diturunkan oleh Tuhan bukan untuk berperang, melainkan agar kita saling mengenal satu sama lain dengan segala perbedaan dalam penciptaan Tuhan atas manusia. Senjata dan perang hanya akan memundurkan peradaban. Mari majukan agama kita dengan akhlak, rahmat dan ilmu pengetahuan. Bukan dengan keahlian perang," lanjut Islah Bahrawi.
"Jadikan agama kita sebagai bejana untuk membangun rasa kemanusiaan dan menciptakan kedamaian,” tulisnya.
Baca Juga:Unik! Bukan Mundur atau Maju, Petani Ini Tanam Padi Pakai Cara Dilempar