SuaraJatim.id - Sholat jamak diperbolehkan bagi yang sedang melakukan perjalanan. Islam memberi kemudahakan bagi pemeluknya.
Seseorang dapat menjamak atau mengumpulkan sholat apabila jarak tempuh perjalanan mencapai 82 km (2 marhalah atau 16 farsakh) atau lebih.
Selain itu, perjalanan yang sedang dilakukan tidak bertujuan maksiat.
Adapun sholat yang bisa dijamak, yakni Dzuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya.
Baca Juga:Bacaan Sholat Subuh Muhammadiyah, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya
Apabila sholat jamat dilakukan yang pertama, misalkan Dzuhur dengan Ashar saat waktu yang pertama dinamakan jamak taqdim. Sedangkan jika dilaksanakan pada waktu kedua, yakni saat Ashar disebut jamak ta’khir.
Tata Cara Sholat Jamak Taqdim
Cara sholat jamak taqdim ada empat:
1. Tartib, maksudnya mendahulukan sholat yang pertama dengan yang kedua seperti mendahulukan Dzuhur daripada Ashar, atau mendahulukan Maghrib daripada Isya.
2. Muwalat (berurutan), yakni jarak sholat yang pertama dengan kedua tidak lama menurut ‘urf (kebiasaan yang terlaku). Jadi, setelah dari shalat yang pertama harus segera takbiratul ihram untuk shalat yang kedua.
3. Ketika mengerjakan sholat yang kedua masih tetap dalam perjalanan.
Baca Juga:Rachel Vennya Ngaku Tetap Sholat Meski Doyan Minum Alkohol, Buya Yahya Bilang Begini
4. Niat jamak dalam shalat yang pertama.
Waktu niatnya adalah antara takbir dan salam. Tapi yang sunnah niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
- 1
- 2