Said mengakui memang pernah bertemu dengan Khofifah di kantor PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu pembahasan mereka tentang kondisi geopolitik. Lainnya mengenai ajakan bergabung dengan PDI Perjuangan.
“Saya memang merayu Mbak Khofifah untuk bisa bergandeng dengan kita di PDIP. Itu saja,” ungkapnya.
Disinggung masalah kesepakatan untuk Khofifah bergandeng dengan Emil, secara tegas Said mengatakan ia tidak berharap kesepakatan itu ada.
“Jangan harap ada kesepakatan (Khofifah-Emil). Baru saja bincang-bincang. Terpenting adalah, kami tahu persis apa yang diharapkan Khofifah lima tahun ke depan untuk membangun Jatim,” tambahnya.
Baca Juga:Santer Diisukan Jadi Cawagub Jatim, Thoriqul Haq Angkat Bicara Mengenai Nasibnya di Pilkada 2024
Sementara itu, Khofifah menegaskan, berpasangan dengan siapa merupakan haknya partai politik untuk mengumumkan siapa, kapan, dan di mana. Khofifah mengakui bahwa komunikasi politik dengan PDI Perjuangan sudah terbangun. “Saya bersyukur. Semoga bisa jadi penguat untuk pembangunan Jawa Timur lebih baik lagi,” kata Khofifah.
Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia