Dalam GPR Academy BPSDM, Pj. Gubernur Jatim Ingatkan Peran Penting Humas: Napas Organisasi dan Corong Pemerintah

GPR Academy Bootcamp 2024 ini merupakan kali kedua diselenggarakan BPSDM Jatim.

Fabiola Febrinastri
Kamis, 22 Agustus 2024 | 10:22 WIB
Dalam GPR Academy BPSDM, Pj. Gubernur Jatim Ingatkan Peran Penting Humas: Napas Organisasi dan Corong Pemerintah
GPR Academy BPSDM Jatim Bootcamp 2024, di Kota Batu, Jatim, Rabu (21/8/2024). (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Humas merupakan napas dalam sebuah organisasi sekaligus corong pemerintah, utamanya dalam menyampaikan informasi, kebijakan atau program kepada masyarakat.

Hal ini dikemukakan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, saat membuka Government Public Relations (GPR) Academy BPSDM Jatim Bootcamp Tahun 2024, di Royal Orchids Garden Hotel and Condominium, Kota Batu, Rabu (21/8/2024).

"Peran humas sangat penting dan menentukan dari sebuah eksistensi entitas di pemerintahan dalam menyebarluaskan berbagai kebijakan, program maupun kegiatan," ujarnya.

"Pemerintah sangat bergantung pada kepiawaian humas untuk me_manage_ sebuah informasi dengan baik serta mem-branding pemerintah terhadap kebijakan yang disampaikan kepada masyarakat," imbuhnya.

Baca Juga:PJ Adhy Lepas Ekspor Produk Unggulan Jatim Senilai Rp1,3 Miliar

Lebih lanjut Adhy menegaskan bahwa humas harus mampu mengomunikasikan berbagai kebijakan pemerintah maupun stakeholder kepada masyarakat, bahkan, ketika terjadi turbulence ataupun muncul isu negatif, humas harus bisa meredamnya.

"Peran humas harus bisa dirasakan dan memberi dampak terhadap persoalan yang terjadi melalui saluran informasi yang ada. Di antaranya website maupun media sosial milik pemerintah lainnya,” katanya.

Peran humas, lanjut Pj. Gubernur Adhy, harus mampu mengomunikasikan program pemerintah agar lebih efektif diterima oleh masyarakat. Perkembangan teknologi digital informasi saat ini harus menjadikan humas bisa menangkal berbagai serangan siber yang terjadi di lingkungan pemerintah, terutama saat netralitas pemerintah mengadapi Pemilukada pada Oktober mendatang.

“Oleh karenanya, konten-konten yang dibuat, analisa media, desain grafis maupun flayer harus berbasis kekinian. Pemahaman ini harus disamakan melalui GPR Academy Humas Pemerintah,” katanya.

"Kapasitas para tenaga Humas harus ditingkatkan sesuai perkembangan teknologi salah satunya melalui Artificial Intelligence (AI) dan berbagai digital informasi lainnya," imbuhnya.

Baca Juga:Pj. Walikota Probolinggo Bahas Pembebasan Pajak Daerah Bersama dengan Kepala OPD, Camat dan Lurah se Kota Probolinggo

Ke depan, kata Adhy, humas harus bisa membuat konten efektif, memonitor berita positif maupun negatif melalui search engine yang efektif sampai topic apa yang paling menarik dan sedang dibicarakan masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini