Semeru Terus Menggeliat: Gempa Letusan Dominasi Aktivitas, Warga Diminta Waspada Penuh!

Semeru (3.676 mdpl) sangat aktif, ratusan gempa letusan/hari. PVMBG tetapkan Status Siaga (Level III). Warga dilarang mendekati 13 km Besuk Kobokan & 500m tepi sungai.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 05 Januari 2026 | 10:27 WIB
Semeru Terus Menggeliat: Gempa Letusan Dominasi Aktivitas, Warga Diminta Waspada Penuh!
Gunung Semeru erupsi pada Minggu (4/1/2026). [ANTARA/HO-PVMBG]
Baca 10 detik
  • Gunung Semeru mencatat 32 kali gempa letusan dalam enam jam pada Senin (5/1) dini hari, menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan.
  • PVMBG menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga karena intensitas kegempaan yang tinggi dan terus meningkat.
  • Masyarakat dilarang keras beraktivitas pada jarak 13 km dari puncak di sektor tenggara Besuk Kobokan dan radius 5 km dari kawah.

SuaraJatim.id - Gunung Semeru, sang Mahameru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Dalam beberapa pekan terakhir, gempa letusan atau erupsi menjadi fenomena yang mendominasi, menandakan bahwa dapur magma gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih sangat aktif.

Data terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang menunjukkan intensitas yang patut diwaspadai oleh seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar lereng gunung.

Pada Senin (5/1) dini hari hingga pagi, tepatnya pukul 00.00-06.00 WIB, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, melaporkan adanya 32 kali gempa letusan.

Baca Juga:Banjir Lahar Gunung Semeru Rusak Puluhan Rumah di Lumajang, Warga Diminta Mengungsi

Gempa-gempa ini terekam dengan amplitudo antara 10-23 mm dan durasi yang cukup panjang, berkisar antara 66 hingga 163 detik. Angka ini menunjukkan frekuensi letusan yang tinggi dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Selain gempa letusan, tercatat pula dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan durasi 29-45 detik, serta satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 8 mm selama 116 detik.

Aktivitas tektonik juga terdeteksi dengan dua kali gempa tektonik jauh, mengindikasikan pergerakan lempeng yang mungkin memengaruhi stabilitas gunung.

Data kegempaan selama 24 jam pada Minggu (4/1) bahkan lebih mencengangkan, dengan total 151 kali gempa letusan/erupsi.

Angka ini diperkuat dengan 10 kali gempa guguran, 21 kali gempa embusan, tiga kali harmonik, dan lima kali gempa tektonik jauh.

Baca Juga:Banjir Lahar Semeru Terjang Pemukiman Warga Lumajang, Ratusan KK Mengungsi ke Perbukitan

Intensitas gempa letusan yang mencapai ratusan kali dalam sehari ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan di dalam tubuh Semeru terus meningkat.

Secara visual, meski kadang tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang masih teramati, membubung setinggi 200-300 meter dari puncak.

Melihat kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Semeru pada Status Level III atau Siaga. Status ini bukan tanpa alasan, mengingat potensi bahaya yang mengintai.

PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang harus dipatuhi oleh masyarakat. Pertama, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Ini adalah zona merah yang sangat berbahaya karena berpotensi menjadi jalur utama awan panas dan aliran lahar.

Lebih lanjut, di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak