Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan mengakselerasi implementasi kebijakan Pemerintah Pusat khususnya di bidang K3. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan pembinaan, pengawasan, serta sinergi lintas sektor.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga secara konsisten menyesuaikan kebijakan daerah dengan arah kebijakan nasional, sekaligus mendorong inovasi agar implementasi program K3 mampu menjawab karakteristik dan tantangan di daerah.
"Kami memastikan bahwa setiap program K3 nasional dapat diimplementasikan secara adaptif di daerah, tanpa mengurangi standar keselamatan, sehingga perlindungan pekerja dapat dirasakan secara merata," tegasnya.
Tak lupa ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya K3 yang berkelanjutan. Menuritnya koordinasi yang erat antara pelaku usaha, asosiasi, dan serikat pekerja harus terus diperkuat dan disertai inovasi yang adaptif.
Baca Juga:Presiden Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Gubernur Khofifah Dukung Generasi Unggul NKRI
"Melalui momentum Bulan K3 Nasional ini, saya mengajak seluruh pelaku usaha, asosiasi, hingga serikat pekerja untuk mempererat koordinasi dan menciptakan inovasi yang responsif dalam memitigasi risiko kerja. Mari kita bangun budaya keselamatan yang mandiri dan berkelanjutan demi menciptakan industri modern yang manusiawi serta ramah lingkungan,” pungkasnya.
Di akhir upacara tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan secara simbolis 30 piagam penghargaan K3 dari total 717 penghargaan K3 yang ada, yang di berikan kepada bupati/wali kota serta perusahaan yang dinilai berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Pada Kategori Bupati/Wali Kota selaku Pembina K3 Terbaik, penghargaan Platinum terbaik I diberikan ke Wali Kota Surabaya, disusul Bupati Gresik dan Bupati Pasuruan. Kategori Gold diberikan kepada Bupati Lamongan, Tuban, dan Sidoarjo, sementara Kategori Silver diraih oleh Bupati Mojokerto, Malang, dan Banyuwangi.
Selain itu, Penghargaan Zero Accident secara simbolis diberikan kepada 13 perusahaan dari berbagai daerah di Jawa Timur, di antaranya PT Petrokimia Kayaku, Kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, dan Kangean Energy Indonesia Ltd. Penghargaan SMK3 diserahkan kepada PT Petrokimia Gresik, PT PLN UID Jawa Timur, dan PT Putra Restu Ibu Abadi.
Berikutnya penghargaan P2 HIV/AIDS secara simbolis diberikan kepada PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dan PT Gudang Baru Berkah, serta Penghargaan P2 Tuberkulosis (TB) secara simbolis diberikan kepada PR Jaya Makmur Abadi, PT Petrosida Gresik, dan PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar.
Baca Juga:Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah: SR Jatim Terbanyak
Ia juga menyerahkan klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada 3 ahli waris pekerja. Di antaranya adalah Ahli waris Ach Asykin Supratikno sebesar Rp400.703.840, Sujianto sebesar Rp380.184.530, dan Ahmad Taufiq menerima Rp290.717.750.
"Atas nama Pemprov Jatim, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para bupati dan wali kota, pelaku usaha, serta para pekerja atas komitmennya dalam penerapan K3. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan budaya keselamatan kerja," pungkasnya.***