Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga mengingatkan para Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk peka terhadap proses adaptasi siswa yang memiliki latar belakang keluarga dan pendidikan yang sangat beragam.
Ia meminta agar setiap persoalan sosial yang muncul di lingkungan sekolah, harus segera diidentifikasi, diantisipasi, dan dicarikan solusinya secara cepat.
Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas instansi dalam tata kelola Sekolah Rakyat. Meskipun secara administratif berada di bawah wewenang Kementerian Sosial (Kemensos), Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah (Kabupaten/Kota) adalah hal wajib.
"Kalau nanti ada masalah, tidak boleh dibiarkan. Dan akan terlampau jauh kalau melapornya hingga ke Kemensos. Maka pesan saya dicari solusinya dengan Dindik dan Dinsos hingga Walikota/Bupati di daerah masing-masing," pungkasnya.
Baca Juga:Presiden Resmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Gubernur Khofifah Dukung Generasi Unggul NKRI
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Choiri Fauzi dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Khofifah yang mendukung suksesnya program Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat.
"Dari 166 titik SR se-Indonesia, terbanyak ada di Jawa Timur. Saya sampaikan kepada Pak Mensos, sudah selayaknya Ibu Gubernur mendapatkan penghargaan karena prestasi Plus Plus Plus nya di Jawa Timur," ucap Menteri PPPA RI.
Ia mengaku sangat senang karena penyelenggaraan Bimtek ini merupakan wujud perhatian Gubernur Khofifah akan penguatan kesiapan Pola Asuh di dalam Sekolah Rakyat.
"Bahkan ketika anak mengikuti program berasrama di Sekolah Rakyat, hak asuh tidak pernah hilang, dan kewajiban orang tua untuk mengasuh, melindungi, menumbuhkembangkan secara optimal guna modal di masa depan. Terima kasih Ibu Gubernur akan respon cepatnya," terangnya.
Kementerian PPPA sendiri disebutnya akan sangat mendukung program prioritas Presiden Prabowo ini. Ia meyakini SR akan menjadi modal bagi anak-anak yang merupakan calon pemimpin di masa depan.
Baca Juga:Hadiri Peresmian 166 Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah: SR Jatim Terbanyak
"Presiden Prabowo tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak mengenyam pendidikan, Presiden tidak mau ada anak yang sakit atau tidak bisa makan. Ini wujud kepedulian pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul dan berkualitas di masa depan," pungkasnya.
Turut hadir dalam pembukaan Bimtek Anggota Komisi E DPRD Jatim Dr. H. Rasyo, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Prof. Mohammad Nuh, Stafsus Perlindungan Anak Kementerian PPPA RI Prof. Zahrotun Nihayah, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA RI Dr. Endah Sri Rejeki, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim terkait.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Prof. Mohammad Nuh turut memberikan arahan dalam Bimtek sebagai Keynote Speaker.***