- Seorang pria berinisial FA tertangkap menjambret kalung emas milik warga di Jalan Platuk, Surabaya pada Rabu, 1 April 2026.
- Pelaku tertangkap warga setelah terjebak kemacetan saat mencoba melarikan diri, sementara rekan pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi.
- Polsek Kenjeran mengevakuasi FA yang babak belur akibat amuk massa untuk segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.
SuaraJatim.id - Nasib nahas dialami FA (32). Pria asal Wonokusumo Jaya Baru ini mungkin tak pernah menyangka bahwa aksi "berburunya" di kawasan Sidotopo pada Rabu (1/4/2026) akan berakhir dengan jeruji besi, dimana sebelumnya nyaris meregang nyawa di tangan massa.
Sore itu, suasana di Jalan Platuk mendadak mencekam. Sebuah teriakan histeris dari arah utara memecah kebisingan jalanan.
"Jambret! Tolong jambret!" teriak seorang wanita berinisial W, yang baru saja kehilangan kalung emas 3 gram dari lehernya saat sedang berbelanja bersama sang suami.
Dua pelaku yang mengendarai Honda PCX Putih berusaha melesat membelah jalanan. Namun, dewi fortuna sedang tidak berpihak pada mereka. Alih-alih meluncur bebas, kedua pelaku justru terjebak di tengah kemacetan Jalan Platuk yang mengular.
Baca Juga:TPS Surabaya Catat Pertumbuhan Month-on-Month, Kontribusi Internasional Jadi Penopang
Di tengah kepanikan karena kepungan warga yang kian mendekat, rekan FA mengambil keputusan dingin. Menyelamatkan diri sendiri.
FA ditinggalkan sendirian di lokasi kejadian, sementara rekannya berhasil memacu motor dan menghilang di balik kerumunan.
Tanpa pelindung dan tanpa tunggangan, FA pun "mati kutu". Warga yang sudah tersulut emosi langsung menyergapnya di depan sebuah musala. Dalam sekejap, jalanan berubah menjadi arena penghakiman massa.
"Pas saya lihat, sudah dipukuli warga banyak sekali. Sampai babak belur," kata Arif, salah satu pedagang di sekitar lokasi yang menyaksikan kejadian mengerikan tersebut dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Selama hampir satu jam, FA menjadi "samsak hidup". Tangan kosong, helm, hingga balok kayu mendarat di tubuhnya. Bahkan, warga sempat mengikat tangan pelaku agar tak bisa melawan sebelum bogem mentah kembali menghujam.
Baca Juga:Polisi Bongkar Prostitusi Twin Tower Surabaya, Satu Tersangka Diamankan
Beruntung bagi FA, nyawanya masih tertolong setelah personel Polsek Kenjeran tiba di lokasi tepat waktu untuk meredam amarah warga yang kian beringas.
Polisi langsung mengevakuasi pelaku yang sudah tak berdaya untuk mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Kenjeran, Kompol Yuyus, mengonfirmasi bahwa FA merupakan pelaku jambret dengan modus hunting atau mencari sasaran secara acak di jalanan.
"Pelaku memepet korban dan langsung mengambil kalung. Namun, mereka salah memilih jalur kabur hingga akhirnya terjebak macet," jelas Kompol Yuyus.