Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal

Kenaikan harga plastik bisa picu inflasi. Saatnya diet plastik?

Budi Arista Romadhoni | Baehaqi Almutoif
Kamis, 09 April 2026 | 17:19 WIB
Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal
Fauzan, pelaku UMKM di Sidoarjo tak punya pilihan selain menaikkan harga meski banyak diprotes pelanggan. Foto: Baehaqi/suarajatim
Baca 10 detik
  • Harga plastik naik 60-70 persen berdampak pada UMKM.
  • Pelaku UMKM tidak punya pilihan selain menaikkan jualannya imbas meroketnya harga plastik.
  • Di satu sisi, kenaikan harga plastik bisa jadi momen diet plastik. 

SuaraJatim.id - Fauzan tak punya pilihan lain. Pedagang es teh di kawasan Sedati, Sidoarjo ini harus menaikkan jualannya. Meroketnya harga plastik imbas perang Timur Tengah tak banyak memberikan pilihan untuknya. 

"Saya naikkan Rp4 ribu, awalnya Rp3 ribu," ujar Fauzan kepada Suara.com belum lama ini. 

Sejak harga plastik naik, ia harus memutar otak untuk bisa bertahan. Hampir semua barang yang dibutuhkan ikut melonjak, mulai dari gelas, sedotan, hingga kantong plastik. "Kayak gelas plastik, yang semula Rp13 ribu, sekarang jadi Rp22 ribu," katanya. 

Ia tak memungkiri mendapat banyak protes dari pelanggan akibat keputusannya menaikkan harga. Akan tetapi, Fauzan tidak punya pilihan lain. "Mau gak mau ya harus menaikkan harga, Mas, daripada kerja bakti," ungkapnya. 

Baca Juga:Siasat Selamatkan UMKM Surabaya: Saat Harga Plastik Melejit 60 Persen, Inovasi Kemasan Jadi Kunci

Senada, CEO Sukrimu, Farid Firmansyah mengaku tidak punya pilihan selain menaikkan harga jual susu forzen untuk menutup ongkos produksi. 

"Naik juga Mas, saya naikkan Rp1 ribu," katanya dihubungi. 

Pengamat Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya) Bambang Budiarto mengatakan, hebohnya kenaikan harga plastik menunjukkan semakin banyak saja komoditas menguasai hajat hidup orang banyak.

"Dulu kalau ngomong hajat hidup orang banyak itu kan intinya air, sumber daya alam, kan gitu tuh ya, terus BBM. Nah ternyata semakin lama semakin banyak saja itu menguasai hajat hajat hidup orang banyak. Salah satunya ya biji plastik ini," kata Bambang. 

Salah satu sektor yang paling terdampak kenaikan harga plastik ialah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor ini paling ujung paling merasakan imbasnya. 

Baca Juga:Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru

"Untuk menekan itu, langkah pertama, identifikasi dan memetakan barang yang dimulai dengan kata bahan," sebutnya. 

Pemetaan dilakukan untuk mengetahui sisi mana yang menyebabkan harga bahan baku naik, dalam hal ini biji plastik. Jika sudah diketahui maka akan memudahkan mencari solusi atas kenaikan harga tersebut. 

Misalkan, mengurangi impor biji plastik dengan menggenjot daur ulang. "Itu satu rangkaian dari sebuah kebijakan yang itu ada di pihak atau di kotak yang lain. Sebutlah itu sebagai substitusi alternatif untuk mencari solusi atas kenaikan ini," katanya. 

Setelah itu yang bisa dilakukan pemerintah mengurangi penggunaan plastik dengan menggenjot iklan sosial. 

Beberapa waktu lalu pemerintah gencar mengkampanyekan diet plastik, hal itu bisa dilakukan lagi untuk mengurangi ketergantungan. Bambang juga menyarankan menggandeng perguruan tinggi guna mencari pengganti yang ramah lingkungan. 

"Nah kalau sudah terjadi seperti ini demikian ini, maka nah ini balik lagi jurus terakhir pemerintah yang harus untuk menyelamatkan UMKM, subsidi. Cuman sekarang ini ya repot. Semua efisiensi tapi minta subsidi," terangnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak