- Feri Wicaksono di Sidoarjo menghadapi kenaikan harga biji kopi akibat cuaca buruk dan faktor ekonomi global.
- Penurunan daya beli masyarakat akibat PHK menyebabkan omzet penjualan pelaku usaha kopi merosot lebih dari 50 persen.
- Kombinasi kenaikan biaya produksi dan melemahnya permintaan konsumen mengancam kelangsungan ekonomi para pelaku industri kopi nasional.
"Kalau dulu, Arabika tinggal ambil, sekarang nunggu permintaan dari pelanggan. Padahal kedai kopi sudah menjamur, tapi permintaan mulai turun," jelasnya.
Kisah yang dialami pelaku usaha kopi ini menjadi gambaran nyata kondisi ekonomi di tingkat akar rumput. Di satu sisi, biaya produksi terus meningkat akibat gangguan pasokan dan faktor global. Di sisi lain, masyarakat semakin berhati-hati membelanjakan uangnya karena tekanan ekonomi dan ketidakpastian pekerjaan.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan hanya pelaku usaha kopi yang terdampak, tetapi juga rantai ekonomi yang lebih luas, mulai dari petani, pedagang, hingga pelaku UMKM yang menggantungkan hidup pada konsumsi masyarakat.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Baca Juga:Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 Dibuka di Malang, Khofifah Dorong Sport Tourism Jatim