Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit

Kenaikan beberapa harga kebutuhan sekunder seperti oli, memengaruhi kelas menengah. Padahal kelompok ini memiliki peran penting dalam mendongkrak ekonomi Indonesia.

Wakos Reza Gautama | Baehaqi Almutoif
Minggu, 21 Juni 2026 | 09:09 WIB
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
Ilustrasi bengkel yang harus memutar otak karena kenaikan harga oli dan ban. (Unsplash/@tohozi)
Baca 10 detik
  • Harga oli dan ban naik ugal-ugalan, ban meroket hingga lebih dari Rp300 ribu. 
  • Ekonom menyebut kenaikan harga ini memengaruhi kelas menengah yang semakin terjepit akibat daya beli menurun.
  • Butuh peran pemerintah melalui kebijakan fiskal untuk mengungkit daya beli kelas menengah.

SuaraJatim.id - Kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan dari berbagai faktor, mulai dari memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga sejumlah kebijakan fiskal dalam negeri.

Dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang harus menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan.

Salah satu sektor yang terdampak adalah komponen otomotif. Harga oli dan ban kendaraan dilaporkan mengalami kenaikan cukup signifikan, bahkan mencapai sekitar 40 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Rudi, pemilik bengkel motor di Sidoarjo mengaku lonjakan harga oli menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha maupun konsumen.

Baca Juga:Pertamax Melejit, Pejabat Pemkab Lumajang Dilarang Bawa Mobil Dinas

"Harga oli yang dulu sekitar Rp60 ribu sekarang sudah Rp80 ribu per liter. Gila mas, naiknya tidak karuan," ujarnya kepada Suara.com, Sabtu (21/6/2026).

Kenaikan harga tersebut memaksa pelaku usaha mengubah strategi pengelolaan stok barang. Rudi mengaku harus mengurangi jumlah pembelian karena modal yang dibutuhkan semakin besar.

"Terpaksa mengurangi stok karena modal untuk belanja berkurang. Sales oli juga begitu. Kalau dulu berani menyimpan sampai 10 dus, sekarang paling lima dus saja," katanya.

Meski harga terus merangkak naik, permintaan oli relatif tidak mengalami penurunan signifikan. Menurut Rudi, konsumen tetap membeli karena penggantian oli merupakan kebutuhan penting untuk menjaga performa mesin kendaraan.

"Daripada mesinnya rusak, pelanggan mau tidak mau tetap membeli. Mereka juga tidak berani mengganti dengan oli yang kualitasnya lebih rendah," ungkapnya.

Baca Juga:Sindikat Joki Profesional Terjaring di UTBK Unesa: Tanam Chip di Telinga Sampai Dokumen Palsu

Berbeda dengan oli, perubahan perilaku konsumen terlihat pada pembelian ban. Banyak pemilik kendaraan mulai beralih ke merek yang lebih murah untuk menekan pengeluaran.

"Ban juga naik, terutama ban luar. Kenaikannya bisa sampai Rp50 ribu per unit. Sekarang harganya tembus Rp300 ribu lebih," jelas Rudi.

Kelas Menengah Paling Terdampak

Ekonom dari Universitas Negeri Surabaya, Hendry Cahyono, menilai kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling merasakan tekanan akibat situasi ekonomi saat ini.

"Kelas menengah ini yang menanggung kenaikan harga barang-barang," kata Hendry saat dihubungi belum lama ini.

Menurutnya, kelompok kelas menengah berada dalam posisi yang sulit karena harus menghadapi kenaikan biaya hidup tanpa diimbangi peningkatan pendapatan yang signifikan. Kondisi ini terutama dirasakan oleh pekerja dengan penghasilan tetap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak