THL Dishub Surabaya Diduga Jual Kursi Pegawai Rp20 Juta, Uang Mengalir ke Oknum Satpol PP

Pemerintah Kota Surabaya membongkar penipuan rekrutmen pegawai Dishub senilai Rp20 juta

Wakos Reza Gautama
Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:37 WIB
THL Dishub Surabaya Diduga Jual Kursi Pegawai Rp20 Juta, Uang Mengalir ke Oknum Satpol PP
Kadishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo (baju putih tengah) saat menjelaskan masalah penipuan oleh pekerja lepas harian Dishub Kota Surabaya. (Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Surabaya membongkar penipuan rekrutmen pegawai Dishub senilai Rp20 juta yang melibatkan tenaga harian lepas berinisial ARC.
  • Kasus ini terungkap di Kantor Dishub Surabaya pada Minggu, 9 Agustus 2026, setelah korban melapor melalui hotline Wali Kota.
  • Dampak dari kasus tersebut, Dishub langsung memecat ARC dan berencana melaporkannya ke Satreskrim Polrestabes Surabaya terkait pencemaran nama baik.

SuaraJatim.id - Pemerintah Kota Surabaya membongkar dugaan praktik penipuan berkedok rekrutmen pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Seorang tenaga harian lepas (THL) Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya berinisial ARC diduga meminta uang hingga sekitar Rp20 juta kepada seorang perempuan yang dijanjikan bisa diterima bekerja sebagai staf Dishub.

Kasus tersebut terungkap setelah adanya pengaduan yang masuk melalui hotline Wali Kota Surabaya. Dishub kemudian memanggil ARC untuk menjalani klarifikasi dan pemeriksaan.

Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ARC mengakui pernah bertemu dengan korban berinisial C. Keduanya diketahui merupakan teman lama.

Baca Juga:Pilu! TKW Asal Tulungagung Tertipu Modus Asmara, Kerugian Capai Rp622 Juta

C yang bekerja di Trans Jatim disebut menyampaikan keinginannya untuk pindah dan bekerja sebagai staf di Dishub Kota Surabaya. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan ARC dengan menawarkan bantuan untuk memasukkan C sebagai pegawai.

“Saudara ARC menyanggupi permintaan saudari C untuk bekerja di Dinas Perhubungan Kota Surabaya dengan meminta sejumlah uang,” kata Trio saat ditemui awak media di Kantor Dishub Surabaya, Jalan Dukuh Menanggal Nomor 1, Minggu (9/8/2026).

Menurut Trio, ARC kemudian menghubungi seorang anggota Satpol PP Kota Surabaya berinisial F. Dari hasil klarifikasi, ARC mengaku menyerahkan uang yang diterimanya kepada F.

Bahkan, F juga telah diklarifikasi oleh Dishub dengan disaksikan Kepala Satpol PP Kota Surabaya. Dalam pemeriksaan tersebut, F disebut mengakui menerima uang sekitar Rp10 juta dari ARC.

“Ketika kami klarifikasi, saudara F mengakui memang menerima uang tersebut, yaitu sekitar Rp10 juta,” ujar Trio.

Baca Juga:Mahar Pengkhianatan Rp622 Juta: TKW Tulungagung Ditipu Calon Suami

Trio mengungkapkan, berdasarkan pengakuan ARC, uang yang diberikan C kepadanya mencapai sekitar Rp20 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap melalui transfer.

Tak berhenti di sana, muncul pula dugaan penggunaan nama sejumlah pejabat dan staf Pemkot Surabaya untuk meyakinkan korban.

Salah satunya nama seorang pejabat yang menangani urusan perparkiran di Dishub. Nama tersebut, menurut Trio, dicatut seolah-olah memiliki hubungan keluarga dengan ARC.

Dugaan pencatutan juga menyeret nama staf Dishub bernama Arif Rahman. Dalam percakapan WhatsApp yang menjadi alat bukti, nama Arif disebut digunakan untuk memberikan informasi kepada C bahwa dirinya telah diterima bekerja di Dishub.

Korban bahkan disebut diminta membeli sejumlah perlengkapan seperti pakaian dinas lapangan (PDL), sepatu PDL dan perlengkapan lainnya dengan nilai sekitar Rp3 juta lebih.

Uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama Misnul Yakin, berdasarkan nomor rekening yang disampaikan melalui komunikasi yang mengatasnamakan staf Dishub.

Namun Arif membantah keras terlibat dalam komunikasi tersebut.

“Saya staf bidang pengawasan dan pengendalian. Saya tidak pernah meng-WA saudari C tentang masalah rekrutmen dan saya juga tidak kenal dekat dengan saudara ARC,” kata Arif.

Dishub Tegaskan Tak Ada Rekrutmen

Trio menegaskan, dugaan praktik tersebut semakin bermasalah karena pada saat kejadian Dishub Kota Surabaya tidak membuka rekrutmen tenaga baru. Bahkan, sejak 2025 Dishub disebut tidak memiliki formasi untuk penerimaan THL baru.

Informasi mengenai peluang masuk sebagai pegawai justru disebut berasal dari F, yang menurut pengakuan ARC menyatakan dapat membantu memasukkan seseorang menjadi pekerja di Dishub maupun Satpol PP.

“Dinas Perhubungan Kota Surabaya semenjak 2025 tidak ada formasi rekrutmen tenaga baru, walaupun itu tenaga harian lepas,” tegas Trio.

Dengan demikian, klaim mengenai adanya peluang masuk sebagai pegawai Dishub yang ditawarkan kepada C tidak berasal dari mekanisme resmi pemerintah daerah.

Trio menegaskan, setiap rekrutmen resmi Dishub akan diumumkan melalui kanal resmi. Prosesnya juga dilakukan berdasarkan kebutuhan dan melalui mekanisme seleksi. Lebih penting lagi, tidak ada pungutan biaya dalam proses rekrutmen.

“Semua formasi yang pernah kami sampaikan, pernah kami jalankan, tidak ada dipungut biaya sepeser pun,” katanya.

ARC Langsung Dipecat

Dishub Surabaya mengambil langkah tegas terhadap ARC setelah proses klarifikasi dan pemeriksaan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.

ARC yang berstatus non-ASN atau tenaga harian lepas dinyatakan melanggar ketentuan dalam perjanjian kerja.

Dishub kemudian menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian terhadap ARC dari pekerjaannya di lingkungan Dishub Kota Surabaya.

“Setelah klarifikasi dan pemberkasan berita acara pemeriksaan, maka sudah langsung kami berhentikan sebagai pegawai di Dinas Perhubungan Kota Surabaya,” ujar Trio.

Sementara itu, nasib F yang merupakan anggota Satpol PP masih akan diproses oleh instansinya. Pemkot Surabaya juga menyatakan akan mendalami lebih jauh aliran uang serta peran masing-masing pihak.

Pemkot Surabaya tidak berhenti pada sanksi administratif. Trio mengatakan, pihaknya berencana membawa persoalan pencatutan nama sejumlah pejabat dan staf tersebut ke jalur hukum.

ARC disebut akan dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya atas dugaan pencemaran nama baik karena mencatut sejumlah nama pejabat maupun pegawai Pemkot Surabaya dalam komunikasi dengan korban.

“Besok kami akan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk melaporkan saudara ARC terkait pencemaran nama baik,” kata Trio.

Menurut dia, pencatutan nama tersebut menjadi persoalan serius karena dapat menciptakan persepsi seolah-olah pejabat atau pegawai Pemkot Surabaya terlibat dalam praktik jual-beli pekerjaan. Di sisi lain, dugaan penerimaan uang oleh F juga masih menjadi bagian yang akan didalami lebih lanjut.

Pemkot Surabaya kini berupaya memastikan kasus tersebut tidak berkembang menjadi praktik yang lebih luas. Trio meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap orang yang mengaku memiliki akses untuk memasukkan seseorang menjadi pegawai pemerintah dengan imbalan uang.

Ia juga meminta warga memastikan langsung informasi mengenai rekrutmen kepada instansi terkait.

“Pastikan ketika ada warga Kota Surabaya, silakan hubungi kami atau datang ke kantor kami untuk menanyakan langsung apakah ada formasi atau kebutuhan lowongan pegawai,” ujarnya.

Trio juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ulah oknum yang menyandang status sebagai tenaga lepas Dishub tersebut.

Pemkot Surabaya menegaskan, rekrutmen resmi tidak pernah mensyaratkan setoran uang.

“Semua rekrutmen yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Surabaya, tidak pernah disertai atau diwajibkan menyetorkan uang,” tegas Trio.

Sementara itu, Jane Taroreh yang juga namanya turut dicatut oleh terduga pelaku, memastikan jika dirinya tidak ada hubungan apa-apa dengan terduga pelaku. "Saya tidak ada hubungan saudara dengan ARC," ucapnya singkat dihadapan para awak media.

Kasus ini kini menyisakan sejumlah pertanyaan penting: sejauh mana aliran uang tersebut, apa peran F dalam dugaan praktik tersebut, serta apakah masih ada pihak lain yang terlibat atau menjadi korban.

Pemkot Surabaya menyatakan proses pendalaman dan langkah hukum akan menjadi pintu untuk mengungkap seluruh rangkaian dugaan praktik tersebut.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini