Khofifah mengatakan, perjuangan tersebut membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persatuan dan kegotongroyongan menjadi kekuatan penting untuk memastikan berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
“Mari kita bangun kebersamaan, persatuan dan kegotongroyongan bersama, mengikatkan diri kita sebagai bagian dari penguat, pengukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Tak hanya itu, Khofifah menilai para veteran bukan sekadar bagian dari catatan sejarah, melainkan living history atau sejarah yang hidup. Para veteran merupakan saksi perjalanan bangsa sekaligus sumber keteladanan yang menunjukkan bahwa kemerdekaan diperoleh melalui keberanian, pengorbanan, kedisiplinan, solidaritas dan semangat pantang menyerah.
“Dari para veteran, kita belajar tentang keberanian, kedisiplinan, keikhlasan, solidaritas, semangat pantang menyerah dan kecintaan yang tulus kepada Tanah Air,” ujarnya.
Baca Juga:Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan
Karena itu, menurut Khofifah, generasi muda tidak cukup hanya mengetahui sejarah perjuangan bangsa. Nilai-nilai tersebut harus diaktualisasikan melalui sikap, karya dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.
Jawa Timur sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya menjadi salah satu bukti kuat keberanian rakyat Jawa Timur dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.
“Semangat Arek-Arek Suroboyo dan para pejuang Jawa Timur telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Semangat itulah yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi penerus,” tuturnya.
Oleh sebab itu, Khofifah menegaskan bahwa Hari Veteran Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak pernah berhenti, melainkan terus berlanjut dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan setiap zaman.
Ia mengajak pemerintah daerah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat serta seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, pengamalan nilai-nilai Pancasila dan semangat bela negara.
Baca Juga:Gubernur Khofifah: Jatim Jaga Daya Beli, Masyarakat Pasuruan Serbu Pasar Murah & Bendera Merah Putih
“Kita ingin generasi muda Jawa Timur menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akar kebangsaan yang kuat dengan senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang selama ini terus berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kejuangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pemprov Jatim, kata dia, berkomitmen memperkuat sinergi dengan LVRI dan seluruh organisasi kepahlawanan, khususnya dalam mewariskan nilai kejuangan, menanamkan karakter kebangsaan serta memperkuat semangat persatuan di Jawa Timur.
Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 tersebut turut dihadiri pula Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI beserta jajaran, Bupati dan Wali Kota se-Malang Raya, Kadis Teritorial Lanud Abd. Saleh Malang, Dan Lanal Malang, Aster Kasdivif 2 Kostrad, Kasrem 083/Baladhika Jaya, Forkopimda se-Malang Raya, Kepala OPD Provinsi Jatim, Pengurus Wilayah dan Daerah LVRI se-Jawa Timur serta anggota LVRI se-Malang Raya.***