- Warga RT 24 Kelurahan Winongo menggelar doa bersama untuk korban pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya pada 25 hingga 31 Oktober 2026.
- Kegiatan tahlil dan pembacaan Surah Yasin tersebut dilaksanakan di depan rumah orang tua tersangka, Dwi Bagus Martono.
- Warga berharap arwah korban diterima di sisi Tuhan dan petugas segera menemukan bagian tubuh korban yang hilang.
SuaraJatim.id - Warga RT 24, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menggelar doa bersama untuk Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), korban dugaan pembunuhan.
Doa dipanjatkan sebagai bentuk kepedulian sekaligus harapan agar bagian tubuh korban yang belum ditemukan segera ditemukan.
Doa bersama digelar selepas salat Asar di depan rumah orang tua Dwi Bagus Martono, tersangka dalam kasus tersebut, di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo.
Warga melantunkan tahlil dan Surah Yasin dengan dipimpin Modin Kelurahan Winongo, Suyoto.
Baca Juga:Ber-IQ Tinggi dan Sarjana, Terkuak Alasan Dingin Jagal Madiun Bantai Istri Siri dan Anak
Suyoto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif warga yang secara sukarela berkumpul untuk mendoakan kedua korban.
"Inisiatif warga sendiri. Kami berkumpul secara sukarela untuk mendoakan Bu Dini dan anaknya yang menjadi korban pembunuhan," ujar Suyoto melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Rabu (28/10/2026).
Menurut dia, doa bersama telah dimulai pada Minggu (25/10/2026) dan direncanakan berlangsung hingga Sabtu (31/10/2026).
Selain berharap kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, warga juga mendoakan agar petugas segera menemukan bagian tubuh korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas warga terhadap korban dan keluarga, sekaligus harapan agar penanganan kasus ini dapat segera menemukan titik terang.
Baca Juga:Beli Mesin Pencacah Rp13 Juta Khusus Habisi Ibu-Anak, Pelaku Jagal Madiun Obral Alat Bukti