SuaraJatim.id - Abdul Mujib, lelaki berusia 42 tahun asal Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, terpaksa diamankan polisi karena melintas di jalan tol Surabaya menggunakan sepeda motor, Minggu (7/7/2019).
Dia melaju dari arah Bundaran Waru lalu masuk ke Tol Waru Gunung. Tindakan pria yang mengenakan peci, sarung dan jaket jeans itu segera dihentikan anggota Jatim III Tol Warugunung Sat PJR Ditlantas Polda Jatim.
Saat di tanya petugas mengapa nekat masuk ke Jalan Tol, pria dengan motor bernopol W 2681 Y tersebut memberikan jawaban yang cukup mencengangkan.
Bagaimana tidak, kepada petugas, Abdul Mujib mengakui dirinya adalah pengawal bupati dari Masjid Agung.
“Saya pengawal bupati, tadi baru saja dari Masjid Agung,” kata Abdul kepada petugas seperti diwartakan Beritajatim.com.
Meski demikian, apa pun alasan Abdul, jalan tol hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat atau lebih.
Karena jalan tol harus steril dari kendaraan roda dua, petugas pun membawa Abdul untuk keluar tol.
Sebab, jalur komersial bebas hambatan ini sangat membahayakan, karena pengendara sepeda motor melintas diantara truk dan mobil berkecepatan kencang.
Wacana Motor Masuk Tol
Baca Juga: Malu Deh, Polisi di Sidoarjo Beri Hukuman Ini Ke Pemotor yang Langgar Rambu
Sebelumnya, pada awal tahun 2019, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sempat mewacanakan untuk melegalkan sepeda motor masuk tol.
Namun menurut Tulus Pribadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), wacana ini seharusnya tidak perlu diambil pusing. Walau wacana ini dicetuskan oleh Ketua DPR, namun berbentuk conflict of interest.
"Terbukti Ketua DPR adalah pembina komunitas moge, atau motor gede. Jadi itu bukan bentuk aspirasi publik, namun aspirasi dari komunitas tertentu," ujar Tulus Pribadi saat dihubungi Suara.com, Kamis (31/1/2019).
Lebih lanjut, kata Tulus Pribadi, sebaiknya Menteri Perhubungan (Menhub) memikirkan hal-hal yang lebih produktif. Misalnya fokus menyediakan dan memperbaiki angkutan umum.
"Memasukkan sepeda motor ke jalan tol hanya akan menambah persoalan yang lebih akut di jalan raya," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menyebut, bisa saja sepeda motor dimasukan ke dalam lintasan tol. Asalkan, mempunyai jalur sendiri dan terpisah dari jalur mobil.
Berita Terkait
-
Truk Terguling di Tol Sidoarjo, Ribuan Ikan Mujair Berhamburan di Jalan
-
Kejebak Rayuan Pesta Sabu Bareng Salsa, Nurul Malah Meringkuk di Penjara
-
Keburu Keciduk Polisi, Lukman Gagal Pesta Sabu Bareng Dea
-
Kondisi Telungkup dan Pisau Tertancap di Dada, Istri Sumanto Tewas
-
Ratusan pengungsi Muslim Syiah Sampang Dipastikan Bisa Nyoblos di Sidoarjo
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Holding UMi Jadi Jawaban Atas Akses Pembiayaan Terintegrasi bagi Para Pelaku Usaha Mikro
-
BRILink Agen Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia, Transaksi Capai Rp420 Triliun
-
Tolak Rekrutmen Manajer KDMP: Protes Massal Pengurus Koperasi Desa Merah Putih ke DPRD Blitar
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya
-
Penjual Tempe Probolinggo Tak Berdaya Motornya Dirampas Begal Bercelurit