SuaraJatim.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memastikan kebakaran di wilayah hutan Gunung Arjuno, Welirang dan Panderman padam.
Dari rilis yang diterima Suara.com, kebakaran hutan dinyatakan padam setelah dilakukan operasi pemadaman oleh BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan BNPB.
"Api sudah dapat dipadamkan dan tidak adanya titik bara api. Pengamatan visual dari Desa Sumberbrantas, kondisi Lereng Gunung Arjuno, Welirang dan Panderman masih terpantau berkabut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Suban Wahyudiono, Kamis (8/8/2019).
Meski evaluasi yang dilaksanakan oleh Tim Posko Darurat Kebakaran Hutan Gunung Arjuno, Welirang dan Panderman, sampai dengan pukul 15.30 WIB dinyatakan selesai. Namun, helikopter yang digunakan untuk pengeboman air atau water-bombing tetap disiagakan di Lapangan Udara Abdul Saleh untuk melakukan pemantauan di beberapa titik yang sudah dipadamkan.
"Penempatan helikopter untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik panas atau hotspot di wilayah terdampak tadi," ujarnya.
Pantauan sementara Sipongi, luas lahan hutan yang terbakar berjumlah 2.452 ha untuk wilayah hutan Gunung Paderman. Luas Kebakaran Hutan dan Lahan dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang di-overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil pengecekan darat terhadap hotspot dan laporan pemadaman yang dilakukan Manggala Agni.
"Nantinya operasi penanganan kebakaran hutan Gunung Arjuno, Welirang dan Panderman akan dinyatakan selesai dengan diterbitkan Surat Pernyataan berakhirnya Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan oleh Kepala Daerah setempat," katanya.
Kontributor : Achmad Ali
Baca Juga: Helikopter Bom Air Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Gunung Arjuna
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
KADIN Surabaya Geram Listrik Byar Pet Sudah 2 Minggu: UMKM Rugi Besar
-
Bayang-Bayang Badai PHK Massal Menghantui Raksasa Otomotif di Mojokerto, Apa Kata Disnaker?
-
Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan