SuaraJatim.id - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) RI menanggapi penolakan Ormas Front Pembela Islam (FPI) soal penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
FPI menganggap kegiatan JFC melanggar norma-norma kesusilaan dan agama setelah mencermati dandanan seksi artis Cinta Laura sebagian talenta JFC. Dandanan mereka dinilai agak vulgar.
Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam Mayjen TNI Wawan Kustiawan mengatakan tidak seharusnya FPI bertindak secepat itu dengan meminta tidak lagi diselenggarakan pada tahun berikutnya.
"FPI harus lebih bijak untuk menyikapi adanya kasus tersebut. Harus mendukung budaya nasional. Harus memilih dan memilah," ujar Wawan usai acara Forum Komunikasi dan Koordinasi Indeks Demokrasi Indonesia Kemenkopolhukam di Hotel Tunjungan Surabaya, Kamis (8/8/2019).
Menurut Wawan, gelaran JFC yang telah berjalan bertahun-tahun di Jember merupakan modal budaya bangsa yang harus digelorakan.
"Itu merupakan modal budaya bangsa. Penolakan tidak ada hubungannya. FPI harus bijak," ucap Wawan.
Untuk diketahui, Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur menolak acara Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Menurut FPI, kegiatan itu melanggar norma-norma kesusilaan dan agama.
Seruan tersebut dikemukakan Ketua FPI Jatim Habib Haidar Alhamid, usai mendapat masukan dan memantau media sosial yang ramai dengan penampilan seksi artis Cinta Laura dan sebagian talenta JFC. Dandanan mereka dinilai agak vulgar.
“Kami menolak, kami mengingkari. Stop. Berhenti. Saya ketemu siapapun, saya akan bicara. Jangan salahkan orang ngomong, seperti kalian tidak mau disalahkan dalam berbuat. Tahun depan tidak perlu diselenggarakan,” kata Haidar, Selasa (6/8/2018).
Baca Juga: Reaksi Cinta Laura saat Tahu Penampilannya di JFC Diprotes FPI
Dengan tegas, Haidar menyebut JFC sebagai bentuk kemungkaran. “Apalagi?” katanya.
“Pertama, ada umbar aurat. Ada kemungkinan meninggalkan salat. Kedua, tidak ada manfaat. Apa sekarang manfaat dari kemaksiatan? Dosa. Mendapatkan uang dari acara maksiat? Haram,” ujar Haidar.
Haidar mengkritik kontribusi JFC untuk Jember yang dinilai tidak memberikan manfaat apapun bagi Jember. Bahkan, ia menuding JFC hanya menjadi ajang maksiat.
"Terus Jember jadi apa setelah ada JFC? Apa lebih makmur? Apa lebih sengsara? Jember tidak lebih baik (setelah ada JFC). Kalau cuma mengekspos, menjual rakyatnya dengan telanjang, apa gunanya sih? Dengan kemaksiatan, sekarang apa yang perlu dibanggakan? Jember dikenal dengan telanjang, dengan maksiat, dengan meninggalkan salat, sehingga dengan acara-acara seperti itu mendatangkan uang? Apa seperti itu yang diharapan: Jember maju, perputaran uang banyak, dengan maksiat?”
Haidar meminta agar Jember dikagumi penduduk bumi dan langit. “Jangan dikagumi penduduk bumi, tapi dimurkai penduduk langit, terutama dimurai pencipta langit dan bumi,” katanya.
JFC adalah karnaval fesyen di atas jalan raya sepanjang 3,6 kilometer dan diikuti 600 orang model yang berasal dari warga biasa. Tahun ini adalah tahun ke-18 penyelenggaraannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur
-
Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV, Ada di Blok M Hub
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas
-
Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo