SuaraJatim.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim merilis tersangka kasus ambruknya atap sekolah SDN Gentong Kota Pasuruan yang mengakibatkan hilangnya dua nyawa dan belasan orang luka-luka.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Gideon Arif Setyawan menyampaikan, proyek pembangunan atap gedung yang masuk dalam dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2012 anggaran pendapatan belanja negara (APBN) melalui sistem swakelola ini, dianggarkan Rp 250 juta.
"Ini DAK 2012. Anggrannya Rp 250 juta untuk pembangunan atap empat ruang kelas," katanya di Mapolda Jatim, Senin (11/11/2019) .
Dengan anggaran Rp 250 juta, lanjut Gideon, pembangunannya sangat amburadul dan banyak spek yang dikurangi atau tidak sesuai perhitungan.
"Jadi seperti besi kolom yang harusnya empat dijadikan tiga. Untuk spesifikasi lain yang tidak sesuai juga dilakukan di bahan bangunan lain seperti pasir, kerangka atap dan juga ukuran galvalum," beberanya.
Yang mengejutkan, ternyata dua kontraktor pengerjaan proyek hanyalah lulusan SMP dan SMA yang tidak memiliki keahlian di bidang teknik dan bangunan.
"Mereka (tersangka) tidak memiliki keahlian di bidang teknik dan bangunan. Tersangka S ini lulusan SMP sedangkan tersangka D lulusan SMA," jelas Gideon.
Diketahui, dalam insiden ambruknya atap SDN Gentong I, Gadingrejo, Kota Pasuruan, Selasa (5/11/2019), menewaskan dua orang. Satu dari siswa dan satu guru.
Kekinian, Polda Jatim telah menetapkan dua tersangka dari empat saksi yang diperiksa. Keduanya berinisial S dan D dari pihak swasta yang merupakan kontraktor dari CV ADL dan DHL.
Baca Juga: Endus Ada Penyimpangan, Polisi Bidik 4 Calon Tersangka Kasus Atap SD Roboh
Saat ini, dua tersangka tersebut telah ditahan di Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.
Kontributor : Achmad Ali
Tag
Berita Terkait
-
Setelah Jadi Tersangka, 2 Kontraktor Langsung Ditahan Kasus Atap SD Ambruk
-
Atap SD Roboh Tewaskan Guru dan Murid, Kapolda Jatim: Bangunannya Ngawur!
-
Masih Trauma Berat Siswa Enggan Masuk Sekolah
-
Trauma Ruang Kelasnya Roboh, Naila Menangis Tak Mau Lepas dari Pelukan Ibu
-
Kasus Atap SD Ambruk Tewas Guru dan Murid, 2 Kontraktor jadi Tersangka
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kesaksian Tetangga: Mertua Dibantai Menantu Saat Masuk Rumah Lewat Pintu Belakang di Mojokerto
-
PGRI Jatim Murka, Lahan SD Aktif di Blitar Mau Digusur Demi KDMP
-
5 Jemaah Calon Haji Situbondo Batal Berangkat, 993 Lainnya Siap Bertolak ke Tanah Suci
-
Menantu Gelap Mata, Mertua Tewas dan Istri Kritis Akibat Serangan Brutal di Mojokerto
-
Gubernur Khofifah Tinjau Bedah Rumah Tenaga Keamanan SMAN 2 Surabaya, Peduli Insan Pendidikan